Bagaimana sih rasanya tinggal di Finlandia? Tentu saja ada suka duka tinggal di Finlandia.

Aku sering mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana rasanya tinggal di Finlandia. Pertanyaan itu aku dapatkan dari seorang teman, pembaca blog, maupun di media sosial.

Mungkin kamu sudah tahu bahwa selama dua tahun berturut-turut Finlandia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Selain itu, sistem pendidikan Finlandia juga sering kali ada di jajaran sistem pendidikan yang terbaik di dunia.

Sebagai orang Indonesia yang tinggal di Finlandia, aku sering  dipandang sebagai orang yang beruntung karena aku tinggal di Finlandia. Tidak hanya orang Indonesia saja yang bilang begitu. Aku pernah di wawancarai oleh sekelompok peneliti dari Universitas Tampere, Finlandia. Salah satu peneliti tersebut juga bilang bahwa aku beruntung tinggal di Finlandia.

Aku sendiri selalu berpikir bahwa setiap negara, ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apalagi jika harus disesuaikan dengan kepribadian dan kebutuhan seseorang.

Baiklah, aku akan share pengalaman suka duka tinggal di Finlandia. Sekarang aku share sukanya dulu ya.

Politik

Selama aku tinggal di Indonesia, aku kurang tertarik  dengan politik. Sepertinya politik hanya ditunggangi untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu saja. 

Namun, sangat berbeda di Finlandia. Politik yang aku lihat di sini sangat jelas. Setiap partai politik memiliki misi dan visi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sehingga aku tidak bingung, partai mana yang ingin aku dukung. Perdebatan masalah politik lebih sering tentang kebijakan atau opininya. 

Sejak aku tinggal di Finlandia, aku jadi menyukai politik. Menurutku politik sangat penting dalam hidup bernegara. Setiap warga negara harus ikut berperan serta dan aktif dalam hal berpolitik. 

Jaminan Sosial

Setiap warga negara mendapatkan jaminan dari pemerintah berupa jaminan sosial. Seseorang yang tidak bekerja bisa mendapatkan bantuan berupa pelatihan kerja maupun uang tunjangan setiap bulannya. 

Begitu juga jika seseorang tidak memiliki rumah, maka pemerintah bisa memberikan bantuan uang untuk sewa rumah. 

Aku sendiri saat memulai bisnis di Finlandia bisa mendapatkan pelatihan bisnis dan uang tunjangan bisnis start-up, walaupun dalam mendapatkannya ada persyaratan tertentu yang harus aku penuhi. 

Baca juga : Pengalaman Memulai Bisnis di Finlandia

Ada juga tunjangan untuk ibu-ibu yang baru melahirkan berupa uang tunjangan dan satu paket yang berisi kebutuhan bayi yang baru lahir.

Keamanan

Sepertinya karena sudah ada jaminan sosial, hal itu mampu mengurangi kriminalitas. Misalnya, ketika aku berjalan di tengah kota, stasiun bus, atau di shopping mall, aku tidak pernah melihat ada pencopet. Ada rasa aman ketika aku berjalan sendirian di sini.

Polisi di Finlandia juga sangat dipercaya dan dihormati. Kalau aku baca di media, kebanyakan kasus-kasus yang terjadi di sini bisa ditangani oleh polisi dengan baik. 

Pendidikan

Di Finlandia siapa saja bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas. Sekolah dan kuliah di sini bebas biaya, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Lembaga pendidikan formal sepenuhnya dibiayai oleh negara, sehingga semua lembaga pendidikan mutunya bagus semua.

Hal ini membuat tidak adanya kesenjangan. Semua orang dengan berbagai macam latar belakang yang berbeda, baik itu dari segi ekonomi, agama, gender, semuanya bisa mengenyam pendidikan di sekolah dan di kampus yang sama. Tidak ada perbedaan.

Kesetaraan Gender

Wanita dan pria memiliki hak dan kewajiban yang sama. Seorang wanita bisa menjadi presiden atau sopir bus. Presiden wanita pertama di Finlandia bernama Tarja Halonen. Saat ini Perdana Menteri Finlandia juga seorang wanita muda yang bernama Sanna Marin. Keduanya merupakan tokoh politik wanita yang banyak disukai oleh masyarakat Finlandia.

Finlandia termasuk negara yang progresif, seorang wanita bisa terlibat di politik tanpa ada perlawanan, tapi justru mendapatkan banyak dukungan. Bahkan pria di sini juga ikut mendukung emansipasi wanita.

Sistem Elektronik

Setiap penduduk di Finlandia diberikan nomor identitas yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti administrasi, hingga informasi saat mengunjungi rumah sakit. 

Untuk berbagai keperluan administratif negara sudah bisa diakses online. Sehingga memudahkan jika ingin mengurus sesuatu hal yang diperlukan.

Selain itu, perpustakaan juga menggunakan sistem elektronik yang memudahkan peminjaman buku.

Air Minum

Air yang mengalir dari keran air di dapur atau di kamar mandi bisa digunakan untuk air minum. Tidak perlu dimasak terlebih dahulu. Fasilitas air minum ini ada di setiap rumah penduduk. 

Begitu juga di fasilitas umum, misalnya di pusat perbelanjaan, bisa juga minum air dari keran air di kamar kecil.

Nah, sekarang aku mau share tentang dukanya tinggal di Finlandia.

Homogen

Masyarakat Finlandia tidak banyak memiliki perbedaan suku seperti di Indonesia. Bahasa nasional ada dua, yaitu bahasa Finlandia dan Swedia. Banyak yang bilang kalau bahasa Finlandia sulit untuk dipelajari, karena sangat berbeda dengan bahasa Inggris. Walaupun banyak orang Finlandia bisa berbahasa Inggris, tapi orang Finlandia lebih suka berbicara dengan menggunakan bahasa Finlandia.

Produk-produk yang dijual di supermarket dilabeli dengan bahasa Finlandia, jarang sekali yang dilabeli dengan bahasa Inggris. Begitu juga dengan petunjuk arah dan iklan yang ada di jalan. Jadi sangat penting untuk bisa bahasa Finlandia jika tinggal di sini.

Ada juga sekelompok orang di Finlandia yang tidak menyukai pendatang, mungkin itu karena pengaruh masa lalu Finlandia yang pernah dijajah oleh Swedia dan Rusia dalam jangka waktu yang sangat lama. Sehingga beberapa orang Finlandia tidak welcome dengan orang-orang non-Finnish.

Namun, pada dasarnya orang Finlandia cenderung individualis, tertutup, dan tidak suka banyak bicara. Karakteristik orang Finlandia sangat berbeda dengan orang Indonesia yang cenderung ramah, suka ngobrol, dan cepat akrab walaupun baru kenal.

Makanan

Lidahku sudah terbiasa dengan makanan Indonesia yang banyak pilihannya dan enak sekali rasanya. Sulit sekali untuk menyukai makanan lain selain makanan Indonesia. 

Harga sayuran dan buah-buahan di sini tidak murah. Di Indonesia bisa beli sayur dan buah kiloan dengan harga yang bersahabat di kantong, bahkan bisa gratis kalau menanam sendiri, tapi di Finlandia hanya bisa dapat satu biji dengan harga satu kilo di Indonesia (tergantung buahnya ya, karena ada macam-macam).

Untuk pilihan makanan di restoran pun jarang ada makanan Indonesia. Harga satu porsi yang paling murah sekitar 9 euro atau sekitar 150 ribu. Kalau di Indonesia beli makanan seharga 15 ribu udah enak dan puas banget. Apa kabar nasi pecel langgananku?

Musim Dingin

Salju memang indah dipandang dari kejauhan, tapi untuk hidup sehari-hari bisa merepotkan. Misalnya nih, ada saatnya salju mencair kemudian mengeras lagi, ini menyebabkan salju yang ada di jalanan menjadi licin. Jika tidak berjalan dengan berhati-hati bisa terpeleset dan jatuh. 

Ketika musim dingin, matahari juga jarang bersinar. Jarang terpapar sinar matahari bisa membuat tubuh kehilangan hormon serotonin yang bisa menyebabkan mudah bad mood. Apalagi gelap pada saat musim dingin berlangsung lama, kurang lebih selama enam bulan.

Ada lagi, suhu udara yang sangat kering pada saat musim dingin menyebabkan timbulnya gesekan elektrik. Pada saat aku memegang benda berbahan metal seperti gagang pintu, aku bisa tersengat seperti tersengat listrik. Walaupun tidak lama rasa sakitnya, tapi bisa bikin kaget juga lho.

Suhu cuaca paling rendah yang pernah aku rasakan sekitar -38 derajat, tapi karena angin kencang, dinginnya bisa terasa lebih dari itu. Rasanya sangat menusuk di tulang, wajah seperti ditampar dengan es batu berulang kali. Belum lagi harus pakai jaket tebal dan sepatu boots yang lebih berat dari sepatu biasa. Cukup merepotkan saat musim dingin.

Itulah pengalamanku tinggal di Finlandia. Ada sukanya, tapi ada dukanya. Setelah kamu tau suka duka tinggal di Finlandia, apakah kamu masih ingin tinggal di Finlandia?

8 Comments

  1. Astriatrianjani

    Wah…Kelebihannya wah banget ya mbak…Sampai ada tunjangan sosial yang menarik banget, tingkat kejahatannya juga jadi rendah dan air minumpun bisa diminum langsung dari keran. Saya jadi penasaran berapa jumlah penduduk di Finlandia. Tapi harga sayur di sana mahal-mahal juga ya…Lah di Indonesia apalagi di desa sering gratisan karena nanam sendiri di depan rumah.

    Reply
  2. Pur

    Kalau tinggal gak mau sih, kalau liburan aja sih boleh. Gak tahan dinginnya apalagi di sana bakal susah nyari warung yang jual wedang jahe kan. Tapi dari baca tulisan ini, saya suka dengan birokrasi dan keamanannya yang bagus. Database juga kayaknya di sana beneran dirawat dan dipakai. Gak setor data trus kalau ada keperluan lain lagi harus setor data lagi, begitu terus.

    Reply
    • Esther Ariesta-Rantanen

      Kalau lagi musim dingin, enggak ada warung di pinggir jalan. Bisa bikin teh jahe di rumah sih.

      Reply
  3. Haekal

    Wah pantas saja bisa jadi negara dengan masyarakat paling bahagia di muka bumi karena akses pendidikan bisa diraih oleh semua orang, tanpa kesenjangan. Pemerintahnya benar-benar peduli ya ke masyarakatnya.

    Since Mbak Esther mention di atas soal kesukaannya pada politik, saya jadi pengen tanya. Apakah di Finland ada kasus pejabat korupsi mbak?

    Jujur saya senang sekali baca pengalaman-pengalaman orang Indonesia di luar negeri. Saya jadi tahu banyak hal tentang sebuah negara dari kacamata orang Indonesia. Thanks for sharing, mbak.

    Reply
    • Esther Ariesta-Rantanen

      Dari informasi yang aku dapatkan di media, ada kasus korupsi dan ada kasus dugaan korupsi, tapi jarang terjadi. Menurut The Corruption Perception Index, Finlandia berada di jajaran negara-negara dengan tingkat korupsi paling rendah.

      Reply
  4. Hastira

    Wah negara maju dan didukung masyarakat yang disiplin.

    Reply
  5. Renayku

    Untuk menetap di Finland sih engga tapi kalo liburan mau banget sekitar seminggu di sana. Aku ga kebayang deh gimana dinginnya suhu -38 derajat. Aku pernah rasain -18 derajat di Korea aja kayak mau beku alias berasa mau berubah jadi Olaf boneka salju haha…nice share kak Esther.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This