Artikel ini menjawab pertanyaan beberapa teman yang sering saya dapatkan, yaitu: Bagaimana sih rasanya menjadi WNI yang tinggal di luar negeri? Nah, karena saya sering mendapatkan pertanyaan itu, kali ini saya akan share pengalaman suka duka menjadi WNI di Finlandia.

Saya tinggal di Finlandia karena menikah dengan pria Finlandia. Padahal saya dulu paling takut kalau harus menikah dengan pria yang tinggal jauh dari Indonesia. Saya juga enggak tahan dingin. Kalau main ke Bandung dan Malang, badan saya pasti sakit semua karena kedinginan. Karena itu saya selalu berasumsi bahwa saya tidak akan bisa tinggal di negara yang dingin.

Namun, kenyataannya saya kecantol pria Finlandia. Taukan kalau Finlandia itu negara yang sangat dingin? Musim panasnya aja masih dingin, apalagi pada waktu musim dingin. Selain itu musim dingin di Finlandia juga panjangggg banget. Panasnya cuman sebentar aja.

Sekarang saya share sukanya dulu ya menjadi WNI di Finlandia.

Bisa tinggal bersama suami tercinta

Iya dong…kan alasan utama saya tinggal di Finlandia hanya karena suami saya tinggal disini jadi faktor utama yang membuat saya suka dan betah tinggal di Finlandia ya karena ada suami disini. Love conquers all odds.

Baca juga : Cerita Cintaku

Bersih

Saya suka banget dengan tempat-tempat yang bersih dan rapi. Nah jalanan di Finlandia itu bersih, walaupun masih ada aja orang yang buang puntung rokok di jalanan.

Sebetulnya, saya suka banget sama Singapura karena kebersihannya & kerapiannya. Jalanan juga tidak macet. Public transportnya juga OK.

Nah, kalau di Finlandia hampir sama kok dengan Singapura. Mayoritas tempat-tempat dan jalanannya bersih banget dan rapi. Itu hal yang sangat saya sukai.

Pendidikannya bagus

Ini dia salah satu hal yang bikin saya sering ditanyai teman-teman untuk kerja sama atau minta dicarikan info beasiswa.

Saya sendiri belum pernah sekolah atau kuliah di Finlandia, jadi secara pasti saya juga belum bisa tau sendiri. Saya taunya dari internet dan ngobrol-ngobrol dengan suami dan keluarga disini.

Saya hanya pernah ikut seminar informasi mengenai entrepreneurship disini, dari situ saja saya bisa merasakan OK nya sistem pendidikan disini. Calon-calon entrepreneur yang akan membuka usaha disini benar-benar diperhatikan, diberikan informasi & pelatihan entrepreneurship yang diberikan secara gratis. Untuk mendaftarkan usahapun jalur dan pembayarannya juga jelas banget. Bahkan orang-orang dari negara lainpun diperbolehkan untuk buka usaha di Finlandia.

City life and nature

Perpaduan antara city life dan nature ini juga yang saya suka. Saya tinggal di pusat kota, dekat dengan shopping malls, public library, restoran, apa aja ada dan dekat banget. Tapi selain itu kalau saya dan suami pengen jalan-jalan ke tempat wisata alam seperti hutan dan danau ada juga dan dekat banget. Perpaduan ini yang bikin hidup jadi balance.

Negara yang tingkat korupsinya rendah

Saya suka dengan kejujuran dan tanggung jawab. Karena itu saya respect/hormat dengan negara yang orang-orangnya tidak suka korupsi. Hidup di negara yang tingkat korupsinya rendah membuat saya percaya dengan sistem administrasi negara. Misalnya saya harus bayar pajak segede apapun ya saya bisa terima dan ikhlas, karena uang pajak tidak akan dikorupsi melainkan benar-benar diinvestasikan untuk hal-hal yang membuat warga negaranya menjadi nyaman dan hidup tentram.

Social welfare

Negara memberikan bantuan keuangan untuk orang-orang yang belum mempunyai pekerjaan atau juga masih kuliah. Bahkan ibu-ibu yang single parent juga bisa mendapatkan uang tunjangan dari pemerintah jika tidak mampu membiayai kehidupannya dan anak-anaknya.

Ada lagi, misalnya ada wanita yang melahirkan anak diluar pernikahan, pria yang menghamili wanita itu harus bertanggung jawab finansial kepada wanita tersebut dan anak yang dilahirkannya nanti. Jika tidak, negara akan membiayai wanita tersebut namun semua beban finansial tersebut akan menjadi beban hutang pria tersebut pada negara. Hal ini berdampak bagi laki-laki disini jadi tidak bisa sembarangan menghamili wanita.

Suka duka menjadi WNI di Finlandia. Click To Tweet

Sekarang ganti ya saya share tentang dukanya menjadi WNI di Finlandia

Dingiiinnnn

Iya disini dingin banget, seperti yang sudah saya ceritakan di awal. Musim panas disini sangat singkat. Bahkan saat musim panaspun juga sebetulnya masih dingin kalau sedang ada angin kencang. Dinginnya seperti lagi mandi air es.

Kalau mau keluar rumah harus pakai baju dobel-dobel dan dilapisi jaket tebal. Tapi kalau masuk ke mall jadi gerah karena suhu di dalam shopping mall hangat. Jadi harus lepas jaket tebal dan digendong kemana-mana jaketnya. Rempong jadinya hehehe….

Bahasa Finlandia itu sulit

Iya sih memang, kalau belum pernah belajar satu bahasa tersebut pastinya sulit, tapi bahasa Finlandia memang termasuk sulit karena bahasanya tidak serumpun dengan bahasa Inggris.

Selain itu produk-produk disini jarang yang pakai bahasa Inggris, rata-rata bahasa yang ada di label produk-produk disini adalah bahasa Finlandia, Swedia, Rusia, Belanda dan Estonia.

Pada waktu pertama kali saya shopping di shopping mall disini untuk beli make up dan obat-obatan itu susah banget karena saya tidak tau apa-apa tentang produknya kalau tidak tanya ke suami, takut salah beli. Jadi awal-awal saya di Finlandia jadi bergantung banget ke suami. Sedangkan saya terbiasa mandiri di Indonesia. Hufftt….

Susah beli baju ukuran S

Tinggi saya 150cm dengan berat badan 40kg’an, bisa naik turun ya. Jadi susah banget bagi saya untuk shopping baju disini karena baju-baju disini ukurannya super besaaaarrrr sesuai dengan orang-orang Finlandia yang rata-rata tinggi dan besar.

Informasi dari suami, produsen baju disini memang sengaja membuat ukuran baju-bajunya diperkecil. Misalnya ukuran baju XL dibuat menjadi M. Ukuran baju L dibuat menjadi S. Ukuran baju M dibuat menjadi XS. Semua ini dilakukan supaya wanita disini jadi feel good ketika beli baju, tidak akan merasa ukuran bajunya yang sebenarnya besar banget. Entah benar atau tidak, tapi baju-baju disini memang superrr besar sih sizenya. Itu yang membuat saya tidak bisa beli baju di toko yang menjual baju dengan ukuran dewasa. Saya hanya bisa beli baju di toko baju anak-anak atau remaja hahaha πŸ˜€

Baca juga : Cara Apply Visa Schengen Finlandia

Sekian dulu ya sharing dari saya tentang suka duka menjadi WNI di Finlandia. Saya percaya bahwa dimanapun kita berada, pasti ada dua sisi yang berbeda. Ada suka dan dukanya. But life is not perfect so just focus on the bright side of life. Fokus pada hal-hal yang baik-baik saja.

Life is not perfect so just focus on the bright side of life. Click To Tweet

Apakah kamu pernah tinggal di negara lain selain di Indonesia? Atau kamu memiliki keinginan tersembunyi untuk tinggal di luar negeri atau bahkan di Finlandia? Share pengalaman dan impian kamu di kolom komentar ya.

Selain itu jika artikel ini bermanfaat please share ke teman-teman kamu because sharing is caring.