Persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI

October 6, 2017

Menikah di luar negeri ternyata bisa bikin bingung karena informasi tidak selalu ada di internet. Selain itu setiap provinsi  di Indonesia memiliki peraturan yang berbeda-beda. Berikut akan saya share persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI dengan KTP Denpasar, Bali.

Baca juga : Cerita Cintaku

Persyaratan menikah dari Indonesia

Surat pengantar dari Kelian Dinas

Yang pertama kali kamu harus lakukan adalah meminta surat pengantar untuk membuat surat keterangan belum pernah menikah dari Kelian Dinas. Di Bali, Kelian Dinas ini seperti RT/RW. Untuk pembayaran, bisa membayar seikhlasnya.

Caranya, datang ke kantor Kelian Dinas dengan membawa KTP, kemudian Kelian Dinas akan membuat surat pengantar untuk meminta surat keterangan belum pernah menikah.

Bapak Kelian Dinas akan bertanya tujuan meminta surat pengantar tersebut. Ya tinggal di jawab saja karena mau menikah. Biasanya bapak Kelian Dinas ada di kantor pagi-pagi, tapi untuk lebih jelasnya langsung datang ke kantor Kelian Dinas, biasanya juga ada nomer telepon bapak Kelian Dinas ditempel di area kantor sehingga kamu bisa menghubungi untuk membuat appointment.

Surat pengantar bisa langsung jadi, sekitar 5 -10 menit saja prosesnya kalau memang tidak banyak yang antri di kantor Kelian Dinas.

Tanda tangan ke Kelurahan

Setelah mendapatkan surat pengantar dari Kelian Dinas, surat pengantar tersebut perlu ditanda tangani oleh Kelurahan. Bapak Kelian Dinas akan memberi tau dimana kantor Kelurahan setempat.

Jika kamu beruntung seperti saya, bapak Lurah pas ada di tempat sehingga saya tidak perlu menunggu lama. Proses sekitar 10 menit untuk menunggu surat pengantar saya ditanda tangani dan diberi cap stempel. Proses ini tidak dipungut biaya apapun.

Tanda tangan ke Kecamatan

Next ya…surat pengantar tersebut perlu juga ditanda tangani oleh bapak kepala Kecamatan setempat. Kamu harus tau dimana tempatnya ya atau bisa tanya ke orang-orang di Kelurahan.

Waktu itu saya juga beruntung banget karena pas saya ke kantor Kecamatan, pak Camatnya juga lagi ada, jadi langsung aja ditanda tangani. Proses hanya sekitar 10 menit menunggu. Tidak dipungut biaya apapun juga.

Dispenduk Capil

Surat pengantar yang telah ditanda tangani dan di cap stempel dari Kelian Dinas, Kelurahan dan Kecamatan dibawa ke Dispenduk Capil. Disini antrinya bisa panjang banget sampai ratusan. Antrian juga dibatasi setiap harinya. Surat pengantar tersebut harus ditukar dengan surat keterangan belum pernah menikah.

Pada waktu itu, kepala Dispenduk Capil sedang keluar kota, sehingga saya perlu waktu sekitar 4-7 hari untuk mengambil surat keterangan belum pernah menikah. Proses ini juga tidak dipungut biaya sama sekali.

Sebetulnya hanya surat keterangan belum pernah menikah dari Dispenduk Capil ini yang diperlukan untuk menikah di Finlandia, tapi prosesnya harus melalui 3 kantor yang berbeda hanya untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel…Saya sempet mikir, kok enggak langsung aja di Dispenduk Capil ya buatnya? Biar simpel dan enggak terlalu wira-wiri.

PS. Dispenduk Capil Denpasar, Bali tidak mengeluarkan surat N1-N4 seperti di kota atau provinsi lain di Indonesia. Surat keterangan belum pernah menikah ini setara dengan surat N1-N4.

Persyaratan menikah di Finlandia

Kedutaan Besar Republik Indonesia

Surat pengantar belum pernah menikah dari Dispenduk Capil kemudian dibawa ke KBRI di Helsinki, Finlandia. Disini surat pengantar tersebut akan diganti dengan surat pengantar belum pernah menikah dalam bahasa Inggris + tidak lupa dengan tanda tangan dan stempel 😀

Untuk mengurus translate ke bahasa Inggris saya harus membayar kurang lebih 25 euro. Selain itu kamu juga harus membawa amplop dan prangko agar pihak Kedutaan bisa mengirimkan langsung hasil pengesahan dokumen ke alamat rumah kamu di Finlandia. Jika tidak, kamu harus mengambil sendiri di kantor Kedutaan. Proses legalisasi ini memakan waktu sekitar satu minggu.

Maistraatti

Surat pengantar belum pernah menikah dari KBRI dibawa ke Maistraatti dilengkapi dengan dokumen lainnya, yaitu passport, visa dan passport calon suami.

Baca juga : Cara Pengajuan Visa Schengen Finlandia

Kalau di Indonesia, Maistraatti ini seperti Dispenduk Capil. Mereka yang mengurus dokumen-dokumen untuk menikah dan yang akan menikahkan. Proses menikah di Maistraatti ini tidak dipungut biaya sama sekali. Namun pernikahan harus dilangsungkan pada hari dan jam kerja saja. Jika seperti saya yang menikah pada saat weekend, maka harus membayar biaya sekitar 250 euro.

Setelah pernikahan berlangsung, pihak Maistraatti akan mendaftarkan pernikahan di sistem administrasi negara dan bisa diakses oleh berbagai pihak pemerintahan yang memerlukan data informasi pernikahan.

Sebetulnya mudah ya prosesnya kalau sudah tau, tapi karena informasi mengenai persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI tidak ada yang lengkap di internet maka bisa membuat bingung, apalagi persyaratan di Indonesia bisa berbeda-beda di tiap kota.

Prenuptial agreement atau perjanjian pisah harta

Untuk pernikahan WNI dengan WNA biasanya juga disertai dengan prenuptial agreement atau perjanjian pisah harta. Alasannya sih beda-beda ya untuk tiap pasangan yang mau menikah dan mau buat perjanjian ini sebelum menikah.

Kalau untuk pemerintah Indonesia sendiri mengharuskan adanya perjanjian pisah harta karena WNA dilarang untuk memiliki properti di Indonesia. Jadi WNI yang menikah dengan WNA juga tidak bisa memiliki properti di Indonesia jika tidak memiliki surat perjanjian pisah harta sebelum menikah. Perjanjian pisah harta sebelum menikah ini disebut prenuptial agreement.

Sedangkan baru-baru ini masyarakat PERCA (pernikahan campur) Indonesia memperjuangkan hak WNI yang telah menikah dengan WNA namun belum membuat perjanjian pisah harta saat sebelum menikah agar bisa memiliki properti di Indonesia. Karena perjuangan PERCA berhasil, sekarang ini selain dengan prenuptial agreement, ada juga postnuptial agreement. Dimana perjanjian pisah harta bisa dibuat setelah menikah.

Selain alasan dari pemerintah Indonesia yang mengharuskan adanya perjanjian pisah harta, untuk pasangan campur yang lain biasanya sih untuk melindungi harta yang telah dimiliki ketika sebelum menikah, sehingga jika misalnya pasangan tersebut bercerai maka harta akan tetap milik masing-masing. Tidak akan dibagi dua.

Saya sendiri menikah tanpa prenuptial agreement karena well…saya menikah untuk selamanya bukan menikah untuk bercerai. Jika saya harus menikah dengan prenuptial sih lebih baik pacaran saja.

Selain itu pandangan saya ketika seseorang menikah ya harus all out. Tidak setengah-setengah. Every relationship should be built on trust. Either full trust or no trust. Saya tidak akan menikah dengan pria yang tidak saya percaya atau juga pria yang tidak terlalu percaya dengan saya.

Karena bagi saya, dengan menikah tidak otomatis semua harta benda yang dimiliki suami menjadi milik saya. Begitu juga sebaliknya. Apapun yang terjadi ya tetap harta benda milik masing-masing kecuali memang belinya berdua.

Saya suka kutipan ini, “Jika kamu menginginkan untuk menjadi kaya tanpa bekerja, itu adalah awal bencana”. Maksudnya, jika kita menginginkan uang, properti atau apa saja ya harus mau bekerja keras untuk mendapatkannya, bukan mengambil atau mengakuisisi milik orang lain hanya karena lewat jalur pernikahan. Disinilah respect dan kedewasaan itu diperlukan. Sayangnya, tidak semua orang yang menikah itu adalah orang-orang yang memiliki pemikiran yang dewasa sehingga permasalahan harta sering terjadi ketika pernikahan berujung dengan perceraian.

Saya juga tidak mendukung kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak memperbolehkan WNI yang menikah dengan WNA untuk bisa memiliki properti di Indonesia. Menurut saya, itu adalah bentuk dari diskriminasi. Sedangkan saya sebagai WNI bisa membeli properti di Finlandia tanpa memiliki prenuptial agreement.

Persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI. Click To Tweet

Apakah kamu punya pengalaman tentang ribetnya mengurus dokumen pernikahan? Jika ada, share ya di kolom komentar.

Selain itu jika artikel ini bermanfaat please share ke teman-teman kamu because sharing is caring.

Esther Ariesta-Rantanen

Hai, saya Esther! Dengan membangun blog & bisnis online, saya memiliki kebebasan waktu untuk melakukan hal-hal yang saya sukai & menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang saya cintai. Lewat blog ini, saya berbagi tips & pengalaman saya tentang blogging, bisnis online, personal development, relationships & traveling. Saat ini saya tinggal di Finlandia bersama suami tercinta.


Esther Ariesta-Rantanen

error: The content is protected !!