Menikah di Finlandia ternyata bisa bikin bingung karena informasi tidak selalu ada di mesin pencarian. Selain itu, setiap provinsi  di Indonesia memiliki peraturan yang berbeda-beda. Berikut ini aku share persyaratan menikah di Finlandia bagi warga negara Indonesia atau WNI dengan Kartu Tanda Penduduk dari Denpasar, Bali.

Persyaratan Menikah di Finlandia dari Indonesia:

Surat pengantar dari Kelian Dinas

Yang pertama kali aku lakukan adalah meminta surat pengantar untuk membuat surat keterangan belum pernah menikah dari Kelian Dinas. Di Bali, Kelian Dinas ini seperti RT/RW. Untuk pembayaran, bisa membayar seikhlasnya. 

Aku datang ke kantor Kelian Dinas dengan membawa KTP, kemudian Kelian Dinas akan membuat surat pengantar untuk meminta surat keterangan belum pernah menikah. 

Bapak Kelian Dinas bertanya apa tujuan meminta surat pengantar tersebut. Ya, aku jawab untuk keperluan menikah. Biasanya bapak Kelian Dinas ada di kantor pada pagi hari, tapi untuk lebih jelasnya aku langsung datang ke kantor Kelian Dinas. Ada nomor telepon bapak Kelian Dinas ditempel di area kantor sehingga aku bisa menghubungi untuk membuat perjanjian untuk bertemu.

Surat pengantar bisa langsung jadi, sekitar 5 -10 menit saja prosesnya kalau memang tidak banyak yang antri di kantor Kelian Dinas.

Tanda tangan ke Kelurahan

Setelah mendapatkan surat pengantar dari Kelian Dinas, surat pengantar tersebut perlu ditanda tangani oleh Kelurahan. Bapak Kelian Dinas akan memberi tau dimana kantor Kelurahan setempat.

Waktu itu aku cukup beruntung, karena bapak Lurah ada di tempat sehingga aku tidak perlu menunggu lama. Prosesnya sekitar 10 menit untuk menunggu surat pengantar ditanda tangani dan diberi cap stempel. Proses ini tidak dipungut biaya apapun.

Tanda tangan ke Kecamatan

Next ya…surat pengantar tersebut perlu juga ditanda tangani oleh bapak kepala Kecamatan setempat. Aku tidak tau dimana tempatnya, jadi aku tanya ke orang-orang di Kelurahan.

Waktu itu aku juga beruntung banget karena pas aku ke kantor Kecamatan, pak Camatnya juga lagi ada di tempat, jadi langsung aja ditanda tangani. Proses hanya sekitar 10 menit menunggu. Tidak dipungut biaya apapun juga.

Dispenduk Capil

Surat pengantar yang telah ditanda tangani dan di cap stempel dari Kelian Dinas, Kelurahan dan Kecamatan dibawa ke Dispenduk Capil. Disini antrinya bisa panjang banget sampai ratusan. Antrian juga dibatasi setiap harinya. Surat pengantar tersebut harus ditukar dengan surat keterangan belum pernah menikah.

Pada waktu itu, kepala Dispenduk Capil sedang keluar kota, sehingga aku perlu waktu sekitar 4-7 hari untuk mengambil surat keterangan belum pernah menikah. Proses ini juga tidak dipungut biaya sama sekali. 

Sebetulnya hanya surat keterangan belum pernah menikah dari Dispenduk Capil ini yang diperlukan untuk menikah di Finlandia, tapi prosesnya harus melalui 3 kantor yang berbeda hanya untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel…

Aku sempat berpikir, kok enggak langsung aja di Dispenduk Capil ya buatnya? Biar simpel dan enggak mondar-mandir.

Ohya, Dispenduk Capil Denpasar, Bali tidak mengeluarkan surat N1-N4 seperti di kota atau provinsi lain di Indonesia. Surat keterangan belum pernah menikah ini setara dengan surat N1-N4.

Persyaratan Menikah di Finlandia:

Kedutaan Besar Republik Indonesia

Surat pengantar belum pernah menikah dari Dispenduk Capil kemudian dibawa ke KBRI di Helsinki, Finlandia. Disini surat pengantar tersebut akan diganti dengan surat pengantar belum pernah menikah dalam bahasa Inggris yang dibubuhi dengan tanda tangan dan stempel.

Untuk mengurus terjemahan ke bahasa Inggris, aku harus membayar kurang lebih 25 euro. Selain itu aku juga harus membawa amplop dan prangko agar pihak Kedutaan bisa mengirimkan langsung hasil pengesahan dokumen ke alamat rumah di Finlandia. Jika tidak, aku harus mengambil sendiri di kantor Kedutaan. Proses legalisasi ini memakan waktu sekitar satu minggu. 

Maistraatti 

Surat pengantar belum pernah menikah dari KBRI dibawa ke Maistraatti dilengkapi dengan dokumen lainnya, yaitu paspor, visa dan paspor calon suami. 

Kalau di Indonesia, Maistraatti ini seperti Dispenduk Capil. Mereka yang mengurus dokumen untuk menikah dan pihak yang akan menikahkan. Proses menikah di Maistraatti ini tidak dipungut biaya sama sekali. Namun, pernikahan harus dilangsungkan pada hari dan jam kerja saja. Jika ingin menikah pada saat weekend, maka harus membayar biaya sekitar 250 euro.

Setelah pernikahan berlangsung, pihak Maistraatti akan mendaftarkan pernikahan di sistem administrasi negara dan bisa diakses oleh berbagai pihak pemerintahan yang memerlukan data informasi tersebut.

Baca juga: Suka Duka Tinggal di Finlandia

Sebetulnya mudah ya prosesnya kalau sudah tau, tapi karena informasi mengenai persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI tidak ada yang lengkap di Google, hal itu bisa membuat bingung, apalagi persyaratan dokumen di Indonesia bisa berbeda-beda di tiap kota.

Prenuptial agreement atau perjanjian pisah harta

Untuk pernikahan WNI dengan WNA biasanya juga disertai dengan prenuptial agreement atau perjanjian pisah harta. Alasannya sih beda-beda ya untuk tiap pasangan yang mau menikah dan mau buat perjanjian ini sebelum menikah.

Kalau untuk pemerintah Indonesia sendiri mengharuskan adanya perjanjian pisah harta karena WNA dilarang untuk memiliki properti di Indonesia. Jadi WNI yang menikah dengan WNA juga tidak bisa memiliki properti di Indonesia jika tidak memiliki surat perjanjian pisah harta sebelum menikah. Perjanjian pisah harta sebelum menikah ini disebut prenuptial agreement. 

Sedangkan baru-baru ini masyarakat PERCA (pernikahan campur) Indonesia memperjuangkan hak WNI yang telah menikah dengan WNA, tapi belum membuat perjanjian pisah harta saat sebelum menikah agar bisa memiliki properti di Indonesia. Karena perjuangan PERCA berhasil, sekarang ini selain dengan prenuptial agreement, ada juga postnuptial agreement. Dimana perjanjian pisah harta bisa dibuat setelah menikah.

Selain alasan dari pemerintah Indonesia yang mengharuskan adanya perjanjian pisah harta, untuk pasangan campur yang lain biasanya sih untuk melindungi harta yang telah dimiliki ketika sebelum menikah, misalnya pasangan tersebut bercerai maka harta akan tetap menjadi milik masing-masing. Tidak akan dibagi dua. Kalau aku sendiri, menikah tanpa prenuptial agreement.

Apakah kamu punya pertanyaan lainnya tentang mengurus dokumen pernikahan di Finlandia? Kamu bisa bertanya di kolom komentar ya.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This