Penjelasan Lengkap Tentang Vegan

Feb 3, 2019 | Vegan Lifestyle | 6 comments

Saat ini gaya hidup vegan menjadi trend yang banyak dijalankan banyak orang, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Walaupun sudah menjadi trend, masih banyak juga yang belum tau tentang vegan. Di artikel ini saya memberikan penjelasan lengkap tentang vegan.

Definisi Vegan

Mengutip arti vegan dari The Vegan Society yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

Vegan adalah sebuah filosofi dan gaya hidup yang berupaya semaksimal mungkin untuk tidak melakukan segala bentuk kekejaman dan eksploitasi hewan yang digunakan untuk makanan, pakaian atau tujuan yang lain.

Vegan juga mempromosikan pengembangan dan penggunaan produk-produk alternatif yang tidak melibatkan hewan (animal-free) untuk kepentingan manusia, hewan dan lingkungan.

Vegan menurut kamus Oxford yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

Kata benda: Orang yang tidak makan atau menggunakan produk-produk hewani. Kata sifat: Tidak menggunakan produk-produk hewani.

Vegan menurut kamus Cambridge yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

Kata benda: Seseorang yang tidak makan atau menggunakan produk-produk hewani, misalnya daging, ikan, telur, keju atau kulit. Kata sifat: Tidak makan, menggunakan atau menyertakan produk-produk hewani.

Vegan menurut Wikipedia Bahasa Indonesia:

Veganisme adalah sebuah filosofi dan gaya hidup yang peduli dan mempraktekkan kehidupan tanpa segala bentuk eksploitasi hewan, baik itu penolakan untuk mengonsumsi hewan untuk makanan, pakaian, serta penolakan uji coba pada hewan. Orang-orang yang mempraktekkan gaya hidup veganisme disebut dengan vegan.

Vegan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

Sayang sekali sampai saat ini kata vegan belum masuk di KBBI, namun saya temukan kata vegetarian yang berarti orang yang karena alasan agama atau kesehatan tidak makan daging, tetapi makan sayuran dan hasil tumbuhan.

Kalau saya artikan sendiri, vegan itu sebuah gaya hidup dengan tidak mengonsumsi segala sesuatu yang terbuat dari binatang atau melibatkan binatang pada proses pembuatannya. Vegan tidak mau mengeksploitasi binatang dalam hal apapun untuk kepentingan manusia.

Vegan itu sebuah gaya hidup dengan tidak mengonsumsi segala sesuatu yang terbuat dari binatang atau melibatkan binatang pada proses pembuatannya. Click To Tweet

Pencetus Vegan

Awal mulanya karena adanya vegetarian, kemudian Donald Watson yang berasal dari Inggris pada bulan November 1944 mencetuskan ide tentang vegan. Tanggal berapa dicetuskan tidak pasti tetapi World Vegan Day, hari peringatan vegan sedunia dirayakan setiap tanggal 1 November.

Kata vegan diambil dari awalan dan akhiran kata vegetarian. Veg dan An yang menjadi vegan. Kata vegan ini berarti bahwa vegan bermula dari vegetarian dan juga sebuah tindakan terakhir dari vegetarian dengan tidak mengonsumsi segala sesuatu yang melibatkan binatang.

Perbedaan antara Vegan dan Vegetarian

Vegetarian tidak makan daging hewan, tetapi masih mengonsumsi produk-produk hewani lainnya seperti susu sapi, telur ayam, keju dan madu.

Baca juga: Dari vegetarian beralih ke vegan.

Sedangkan vegan tidak makan semua produk-produk hewani termasuk susu sapi, telur ayam, keju dan madu. Vegan tidak menggunakan produk-produk yang terbuat dari hewan misalnya tas kulit, sepatu kulit, jaket wool atau sutra. Vegan juga tidak menggunakan produk-produk yang di tes pada hewan misalnya yang sering terjadi pada kosmetik yang mengandung unsur hewani dan diuji coba pada hewan.

3 Alasan Untuk Menjadi Vegan

Sebetulnya pada zaman dahulu kala sudah banyak orang yang melakukan praktek gaya hidup vegan, dengan tidak makan dan tidak menggunakan produk-produk hewani. Alasannya bisa karena agama atau spiritualitas. Kala itu belum ada sebutan vegan, melainkan vegetarian.

Namun saat ini, banyak orang yang menjadi vegan bukan karena perintah agama atau spiritualitas melainkan karena kesadaran. Sadar bahwa manusia saat ini memiliki pilihan makanan yang sangat beragam di pasar/supermarket, sehingga makan produk-produk hewani bukanlah sebuah keharusan melainkan sebuah pilihan. Berikut 3 alasan untuk menjadi vegan:

Menjadi vegan untuk kesejahteraan hewan

Vegan percaya bahwa hewan memiliki hak untuk hidup dan bahagia di bumi, sama seperti manusia. Hewan memiliki rasa takut dan bisa merasa sakit sama seperti kita. Hewan yang ada di rumah jagal terlihat berusaha lari ketika akan dibunuh. Tidak ada cara yang baik untuk membunuh hewan yang tidak mau mati.

Belum lagi melihat kondisi hewan yang ada di peternakan sangat buruk, fakta ini bisa dilihat di film-film dokumenter yang diambil dengan kamera tersembunyi. Dari film-film dokumenter tersebut bisa kita lihat bagaimana perlakuan pekerja di rumah jagal pada hewan ternak, kondisi peternakan yang kotor dan cara-cara kejam lainnya yang membuat binatang sangat menderita.

Baca juga: Film dokumenter tentang kekejaman pada binatang yang wajib kamu tonton.

Semua itu terjadi hanya untuk keuntungan pebisnis dan untuk memenuhi keinginan pasar, dalam hal ini disebabkan karena masih ada konsumen yang membeli produk-produk hewani di pasar/supermarket. Jika tidak ada pembeli, maka peternakan dan tempat pemotongan hewan akan tutup. 

Karena itu sekecil apapun uang yang kamu belanjakan itu sama dengan menyumbangkan satu suara untuk keadaan di dunia ini. Apakah kamu ingin menyumbangkan suara untuk dunia yang penuh dengan cinta kasih atau dunia yang penuh dengan kekejaman dan ketidak adilan?

Banyak atau sedikit, uang yang kamu belanjakan bisa membuat perbedaan dan menentukan arah dunia ini menjadi lebih baik. Click To Tweet

Menjadi vegan untuk kesehatan

Menjadi vegan berarti akan lebih banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran, itu berarti lebih banyak makan makanan yang kaya akan serat. Menurut penelitian, menjadi vegan dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan resiko terkena bermacam-macam penyakit kanker.

Untuk memenuhi kebutuhan asupan nutrisi, pola makan vegan harus tepat. Sebagai vegan memang harus mempelajari tentang nutrisi, minum air putih yang cukup dan rajin berolahraga. Selain itu vegan dapat mengonsumsi suplemen vitamin B12 yang sudah banyak dijual di apotek.

Menjadi vegan untuk lingkungan

Peternakan memerlukan lahan yang besar, ditambah dengan kebutuhan air dan tanaman untuk pakan hewan ternak cukup besar. Sedangkan populasi penduduk di dunia ini semakin banyak, itu berarti kebutuhan air, makanan dan lahan juga dibutuhkan lebih besar untuk manusia.

Jika populasi penduduk dan peternakan juga semakin besar, maka suatu saat nanti kita akan kekurangan sumber daya alam. Hutan-hutan akan banyak dipakai untuk lahan manusia dan peternakan. Kondisi ini yang menyumbangkan pemanasan global dan kerusakan lingkungan.

Lebih bijaknya, kita bisa menggunakan lahan, air dan tanaman untuk kebutuhan manusia secara langsung agar bisa menghemat sumber daya alam. Dengan menjadi vegan, kita bisa membuat perubahan arah dunia ini menjadi ramah lingkungan.

Jadi itu penjelasan lengkap tentang vegan mulai dari definisi vegan, penjelasan tentang perbedaan vegan dan vegetarian, siapa pencetus vegan dan tiga alasan untuk menjadi vegan. Penjelasan tentang vegan ini saya ambil dari berbagai sumber maupun pendapat saya sendiri.

Apakah kamu ada pertanyaan lain mengenai gaya hidup vegan? Share di kolom komentar ya. Selain itu jika artikel ini bermanfaat please share ke teman-teman kamu because sharing is caring.

Esther Ariesta-Rantanen

Esther Ariesta-Rantanen

Author

Esther is a vegan and strives to live an eco-friendly lifestyle.

6 Comments

  1. Sabda Awal

    Saya mengira vegan dan vegatarian itu sama, ternyata beda, lebih jauh vegan bukan sekedar makanan tapi juga produk lain seperti kosmetik, tas bahkan pakaian.

    Tapi kalau saya sendiri belum ada mengarah ke vegan, sulit meninggalkan ikan dan telur

    Reply
  2. Rita

    Oh paham sekarang. Makasih infonya mbak

    Reply
  3. inez

    kepengen hidup vegan si someday… tp masi tergiur daging ikan.

    Reply
  4. imeldasutarno

    Gak pernah bisa jadi vegan, karena ikan terlalu enak untuk dilewatkan…nyam nyam…

    Reply
    • Esther Ariesta-Rantanen

      Sama, saya dulu juga enggak berpikir untuk bisa jadi vegan. Makanan favorit saya cumi-cumi, pasti berat banget untuk melepas kebiasaan makan makanan kesukaan. Tetapi setelah saya mempelajari lebih lanjut tentang vegan yang baik untuk kesehatan, lingkungan dan juga untuk kesejahteraan hewan, jadi mudah aja untuk jadi vegan. Malah menyesal, kenapa tidak dari dulu-dulu.

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I share about green living on my blog.

Categories

Archives

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This