Menikah itu nasib atau takdir?

Dec 7, 2015 | Married | 16 comments

Menikah itu nasib atau takdir? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus tahu dulu perbedaan antara nasib dan takdir. Jadi bisakah kamu menjawab apa itu nasib? Dan apa itu takdir? Bisakah kamu membedakan dua hal ini?

Jika kita lihat menurut kamus besar Bahasa Indonesia kbbi.co.id ada kesamaan antara nasib dan takdir.
nasib sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang.
takdir : ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan.

Menurut saya sendiri ada perbedaan antara nasib dan takdir.
nasib : sesuatu yang bisa kita tentukan sendiri, bisa kita pilih dan bisa kita rubah.
Contohnya : pendidikan, profesi/pekerjaan, gaji/keuangan, tempat tinggal, gaya hidup, lingkungan dan pasangan hidup.
takdir : sesuatu yang tidak bisa kita tentukan sendiri, tidak bisa kita pilih dan tidak bisa kita rubah.
Contohnya : kapan dan dimana kita dilahirkan (kecuali orang yang memprogram tanggal kelahiran), siapa orang tua dan keluarga kita, menjadi laki-laki atau perempuan saat kita dilahirkan, kita mau lahir di urutan nomer keberapa dan kapan kita meninggal (walaupun gaya hidup juga mempengaruhi faktor kematian seseorang).

Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. ~ Sujiwo Tedjo

Kalau begitu menikah itu termasuk nasib atau takdir? Sesuatu yang bisa kita pilih atau tidak? Menurut salah satu budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo, beliau menuturkan bahwa menikah itu nasib, sedangkan mencintai itu takdir.  Sependapatkah kamu dengan opini beliau? Mencintai bisa jadi bagian dari takdir karena kita tidak bisa memaksakan perasaan kita pada seseorang.

Let’s think deeper, baik kita sadari atau tidak, baik kita mau mengakui atau tidak, tentu saja kita mencintai orang lain karena sebab-sebab tertentu. Karena cinta itu tidak buta, cinta itu melihat. Kita melihat orang yang kita cintai. Kita melihat sesuatu hal yang kita pandang dari orang tersebut sebagai kelebihannya sehingga kita tertarik, suka dan cinta. Awal kita tertarik dengan seseorang bisa karena beberapa faktor yaitu tertarik fisiknya, kepribadiannya, karakternya, sisi religious/spiritualnya, kepandaiannya, profesinya, finansial, kesamaan atau perbedaan hobi/kewarganegaraan/kepercayaan/suku/ras, cara dia memperlakukan diri kita dan bisa juga karena tidak ada pilihan yang lain. Hehehe 😀

A relationship is something that requires work and effort from both people. The idea of love being guided by fate is a romantic idea that has little to do with reality.

Nah, jika suatu saat penyebab itu hilang, bisa jadi rasa cinta itu juga hilang. Karena itu orang yang saling mencintai membuat komitmen untuk terus bersama dalam pernikahan. Ketika berkomitmen inilah proses dari penentuan nasib. Kita menentukan nasib tentang pasangan hidup kita. Kita bisa memilih untuk tetap berkomitmen bahkan ketika penyebab rasa cinta itu sudah memudar atau kita memilih untuk berkomitmen selama pasangan kita tetap memiliki penyebab-penyebab kita mencintai dirinya. 

Dalam budaya barat, saya temukan bahwa pernikahan adalah sebuah pilihan. Banyak sekali teman-teman saya dari negara barat memilih untuk tidak menikah. They believe that marriage is a choice, it’s a free will not a fate.

Love is sacrifice, but real love will never ask you to sacrifice the love you have for yourself. ~ Tony Gaskins

Pemikiran bahwa pernikahan adalah takdir bisa membawa masalah tersendiri. Contohnya seorang suami berselingkuh atau melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada sang istri, lalu sang istri diam menerima begitu saja karena dia berpikir bahwa pernikahannya dengan sang suami adalah takdir. Sesuatu yang mutlak harus diterima bagaimanapun kondisinya. Namun sebenarnya hal itu bisa dia rubah.

Bagaimana menurut pendapat kamu, apakah menikah itu takdir? Atau menikah itu nasib? Share opini kamu di kolom komentar ya 🙂

Esther Ariesta-Rantanen

Esther Ariesta-Rantanen

Author

Esther is a vegan and strives to live an eco-friendly lifestyle.

16 Comments

  1. Salma Saputra

    Menikah itu ibadah, haiyah, jawaban gue mainstream banget 😀

    Reply
    • estherariesta

      Bisa juga ibadah. Terimakasih Salma ^^ xo

      Reply
  2. Ratna Dewi

    Menikah itu cita-citaku pas masa TK mbak kata ibuku, haha.

    Reply
    • estherariesta

      Ajib…TK sudah mau nikah ya ^^ Thanks Ratna xo

      Reply
  3. hendratok

    Menikah itu pembayaran hutang piutang hahaha, kenapa ada orang yg sampai akhir hayatnya belum menikah? karena hutangnya belum jatuh tempo. alias pemberi hutang atau pengutang masih di alam lain LOL

    Reply
    • estherariesta

      Jadi ingat sama pegadaian nih ^^ Thanks sudah mampir boss!

      Reply
  4. pahalaguru

    Menikah itu…hmmm buatku menikah menjadi sarana untuk mendewasakan diri, mengenal dan hadir ditengah-tengah keluarga orang lain serta ikut menjadi bagian dari diri orang lain. Paling penting adalah menikah merupakan anugerah dari Tuhan

    Reply
  5. Karina Palle

    Menurut saya pernikahan itu nasib. Karena kita bisa memilih untuk melakukannya atau tidak. Dengan siapa kita dipertemukan dan jatuh cinta itu Takdir. Selanjutnya perjalanan pernikahan adalah nasib.. because in marriage we get what we put into..

    Reply
    • Haris Sigit Pamungkas

      Setuju banget dgn pendapat anda.Bertemu dgn pasangan adlh takdir atau rencana Tuha.Selanjutnya terserah si manusia itu sendiri utk menentukan.Masa Tuhan ikut ikutan terus …. Hehehee

      Reply
  6. Guzel

    Tidak ada sesuatu apa pun yang tidak terencana, daun yang jatuh dan hujan yang turun, setiap kelahiran dan kematian sudah tertuliskan. Menikah adalah takdir. Sebab dari pernikahan seseorang melahirkan manusia baru dan bila terjadi perceraian sebelum memiliki momongan tetap adalah perjalanan hidup seseorang yang sudah tertulis di lauh mahfudz

    Reply
    • Lucy

      Mungkin juga

      Reply
  7. Lucy

    Yang saya tahu pernikahan itu sesuatu yang mulia dan sakral berutusan langsung dgn Tuhan. Tapi semenjak kegagalan dlm pernikahan dan setelah kami mencoba memperbaiki lagi pernikaha kami. Saya merasa kesakralan itu pudar. But i have no choice. I have to go on with this happen. Im not only 1 for him. Its very hard for me.

    Reply
    • Esther Ariesta-Rantanen

      Ketika pasangan tidak bisa berkomitmen, saatnya mencari pengganti yang lebih baik. Thank you for sharing your story, Lucy. Always believe that you deserve love and kindness.

      Reply
  8. Ibnoe

    “Jodoh itu kita yang memilih, Tuhan yang merestui. Kebaikan kebersamaan anda adalah tanggung jawab kita berdua, jangan salahkan Tuhan.” 

    Reply
  9. Ibnoe

    Tuk cece Esther, makasih pencerahanya

    Reply
  10. Yonno

    Menurut saya pernikahan adalah nasib dan berkaitan dengan takdir.karena nasib mnikah di tentukan olh manusia nya.dgn siapa dr negara dan agama apa itu pilihan mnusia.dan takdir nya pun mengikuti sampai mana usia pernikahan nya dgn sebab bagai mana itu pun takdir.jadi di dunia ini jangan terlalu mencintai yang fana.ingat hidup berkelanjutan menuju ridho tuhan.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I share about green living on my blog.

Categories

Archives

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This