Seperti apa memulai gaya hidup minim sampah di Finlandia? Aku mendengar istilah tentang Zero Waste pertama kali ketika aku mengikuti kelas bahasa Finlandia. Salah satu materinya membahas tentang gaya hidup minim sampah. Guru-guru di sana juga menerangkan tentang pengelolaan sampah di Finlandia.

Masyarakat Finlandia pada umumnya sadar akan kebersihan lingkungan. Hal ini bisa kulihat dari kebersihan tempat-tempat umum misalnya gedung sekolah, jalanan, shopping mall atau rumah sakit.

Selain kesadaran masyarakat yang tinggi tentang pentingnya kebersihan, pemerintah juga mendukung dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang menunjang program-program kebersihan lingkungan.

Baca juga: Suka Duka Tinggal di Finlandia

Namun, untuk gaya hidup minim sampah memerlukan kesadaran individu. Semakin banyak produk-produk yang kita konsumsi, maka semakin banyak pula sampah yang kita hasilkan. 

Sampah yang dihasilkan oleh setiap orang tentu sudah sangat banyak, ditambah lagi sampah yang dihasilkan oleh industri, baik sampah yang dihasilkan dari proses produksi maupun sampah dari kemasannya. Bahan kemasan produk-produk tersebut bisa saja sulit untuk didaur ulang.

Produksi besar-besaran produk-produk baru sepertinya juga terus bermunculan. Kita bisa lihat di supermarket atau shopping mall, betapa banyaknya barang-barang yang dijual di etalase dengan merek yang berbeda-beda tetapi produknya sama. 

Produksi barang yang terus bertambah dikarenakan permintaan pasar yang terus meningkat. Peningkatan ini dikarenakan jumlah penduduk di dunia yang terus bertambah. Populasi penduduk di dunia saat ini sudah hampir 8 miliar dan diperkirakan angkanya akan terus meningkat. 

Jika permintaan pasar terus bertambah, maka produksi barang-barang juga akan terus bertambah, dan sampah yang dihasilkan akan semakin besar.

Sehingga saat ini kita menghadapi banyak masalah yang timbul diakibatkan oleh peningkatan populasi dan konsumsi, salah satunya adalah sampah yang terus menggunung. Air laut mulai tercemar. Ikan-ikan di laut memakan sampah-sampah plastik tanpa sengaja, membuat perutnya dipenuhi oleh sampah yang dihasilkan oleh manusia. 

Tidak sekedar itu saja, sejumlah kota tergenang, terendam banjir karena sampah yang menyumbat aliran air.

Apakah solusi yang tepat untuk masalah sampah-sampah ini?

Sebetulnya penanganan sampah yang berlebihan ini bisa ditanggulangi dengan berbagai macam cara. 

Edukasi

Aku mengamati bagaimana negara Finlandia serius dalam hal pengelolaan sampah. Pemerintah Finlandia memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat dimulai di institusi pendidikan.

Ruang Sampah

Di Finlandia, tempat sampah di kompleks perumahan disediakan di sebuah ruangan khusus. Tempat sampah di ruangan tersebut ada beberapa macam, tidak hanya satu. Sehingga memudahkan warganya untuk membuang sampah sesuai dengan jenisnya. 

Mesin Penukaran Botol

Ada solusi sampah lainnya yang aku temukan di sini, yaitu penukaran botol bekas minuman dengan uang. Di beberapa supermarket disediakan mesin penerimaan botol bekas. Mesin ini fisiknya menyerupai mesin ATM.

Orang-orang bisa memasukkan botol bekas di mesin itu, kemudian mereka mendapatkan struk. Struk itulah nantinya yang bisa ditukarkan dengan uang di kasir supermarket-supermarket yang menyediakan mesin penerimaan botol bekas.

Air Minum Gratis

Sedangkan untuk keperluan air minum sehari-hari warga Finlandia tidak perlu membeli air minum kemasan. Air bersih yang dapat diminum sangat mudah diakses di mana saja.

Air minum bisa didapatkan dari air yang mengalir dari keran air yang tersedia di rumah-rumah warga atau di tempat-tempat umum. Kalau di shopping mall, bisa minum air dari keran air yang terdapat di kamar mandi atau toilet.

SWAP

Baru-baru ini, pihak pengelolaan sampah di Finlandia mengadakan sebuah program baru, SWAP namanya. Tujuan dari program ini sebagai sarana untuk para pecinta fashion agar bisa saling menukarkan barang-barang fashion miliknya dengan orang lain.

Panitia acara SWAP memberikan kupon yang bisa didapatkan secara gratis atau dengan menukarkan beberapa baju bekas yang masih layak pakai. Kupon tersebut nantinya bisa ditukarkan dengan baju bekas atau produk-produk fashion lain yang tersedia di acara itu. Barang-barang yang tersedia tidak hanya baju, tetapi ada juga tas, sepatu, dan aksesoris.

Kantong Belanja Berbayar

Untuk kantong belanja, toko-toko disini kebanyakan sudah tidak lagi memberikan kantong plastik secara cuma-cuma. Kantong belanja dijual dengan harga kurang dari 1 euro per satuannya. 

Ikut Bertanggung Jawab

Nah, walaupun warga Finlandia pada umumnya sudah sadar akan pentingnya kebersihan, tetapi masih ada juga orang-orang yang apati dan berpikir bahwa partisipasi satu orang tidak akan membawa dampak apapun bagi lingkungan. Pemikiran salah kaprah seperti ini dipikirkan juga oleh jutaan orang lainnya. 

Hal ini bisa kulihat di jalanan masih ada banyak sekali puntung rokok. Apalagi ketika aku jalan-jalan pada hari Minggu pagi, banyak sekali sampah-sampah botol minuman atau makanan berserakan di jalanan. Biasanya anak muda disini menghabiskan akhir pekan di tengah kota, namun paginya meninggalkan sampah. 

Itulah kenapa aku katakan bahwa gaya hidup minim sampah ini membutuhkan inisiatif dari setiap warga negara untuk ikut berperan serta menjaga kebersihan alam dan lingkungan. Gaya hidup minim sampah harus dimulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu.

Sejak aku tinggal di Finlandia, aku mulai menerapkan gaya hidup minim sampah secara bertahap. Ada masa-masa adaptasi dimana aku harus membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baru.

Membawa Peralatan Makan/Minum Sendiri

Sisi nggak enaknya dalam masa adaptasi gaya hidup minim sampah ini aku harus selalu ingat untuk membawa perlengkapan khusus kemana saja aku akan pergi.

Membawa Tas Belanja

Ketika aku mau pergi belanja ke supermarket, aku harus selalu membawa tas belanja sendiri. Begitu juga saat aku hendak bepergian keluar rumah, aku harus membawa tas yang lebih besar dari biasanya, karena aku harus membawa air minum dalam botol.

Memisahkan Sampah

Untuk sampah yang ada di rumah, aku memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya. Ada sampah organik, hanya untuk sisa sayuran dan buah. Sampah kertas, botol kaca dan barang-barang elektronik juga harus disendirikan.

Gaya Hidup Minimalis

Namun, ada hal yang paling penting dalam mengikuti gaya hidup minim sampah ini, yaitu mengurangi kebiasaan berbelanja barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

Aku pikirkan dulu berulang kali sebelum memutuskan membeli suatu barang. Apakah aku benar-benar membutuhkannya? Berapa lama dan seberapa sering aku akan menggunakannya? Digunakan sebagai apa nanti jika aku sudah tidak memerlukannya?

Dengan berpikir berulang kali seperti itu membuat aku lebih berhati-hati sebelum berbelanja suatu barang.

Sebagai individu, gaya hidup minim sampah bisa dimulai dari mengurangi pembelian barang-barang yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan. Jika hanya sedikit saja yang kita konsumsi, maka sedikit pula sampah yang akan kita hasilkan.

Peran Serta Pemerintah

Peran pemerintah juga sangat penting dengan memberikan edukasi kepada masyarakat seluas-luasnya, membuat sistem pengelolaan sampah yang efektif, dan memberikan aturan ketat kepada produsen agar memilih bahan baku yang ramah lingkungan.

Pengusaha dan Produsen Menerapkan Ekonomi Hijau

Pengusaha atau produsen harus memperhatikan etika dalam memproduksi produknya, jangan sampai mengorbankan alam dan lingkungan dalam proses pembuatannya.

Masalah sampah ini adalah masalah kita bersama. Kita bisa mewujudkan alam dan lingkungan yang bersih jika ada peran serta semua kalangan. Baik itu pihak pemerintah, individu dan pengusaha.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This