Setelah 2 tahun menjadi vegetarian, aku mulai berpikir untuk menjadi vegan. Tetapi aku merencanakan untuk belajar masak makanan vegan terlebih dahulu selama satu tahun sebelum aku beralih menjadi vegan, namun ketika aku dan suamiku nonton film dokumentari Cowspiracy, kami berdua memutuskan untuk menjadi vegan seketika itu juga. Berikut beberapa alasanku kenapa aku memutuskan dari vegetarian beralih ke vegan dengan tiba-tiba.

Beralih ke gaya hidup vegan untuk kesehatan

Menurut studi para dokter dalam film dokumentari Cowspiracy, What The Health dan Eartlings, lemak dari binatang bisa menyebabkan kanker, diabetes dan serangan jantung. Efek berbahaya bagi kesehatan bukan hanya terdapat pada daging merah, tapi juga ayam, makanan laut dan produk-produk olahan yang berasal dari binatang seperti susu, keju dan telor.

Dalam film dokumentari itu juga diperlihatkan bahwa hewan-hewan yang ada di peternakan tidak diperlakukan dengan standar kebersihan yang tinggi, bahkan untuk beberapa hewan juga harus mendapatkan suntikan antibiotik untuk memperbesar daging di tubuh hewan tersebut.

Manusia juga tidak membutuhkan susu sapi atau susu kambing, karena manusia juga tidak membutuhkan susu dari binatang lainnya misalnya susu kucing. Bayi manusia hanya butuh air susu dari ibunya sendiri, sedangkan manusia dewasa bisa mengonsumsi susu dari kedelai atau almond.

Susu sapi atau susu kambing mulai dikonsumsi manusia karena program marketing perusahaan peternakan yang membentuk opini publik bahwa manusia membutuhkan susu dari binatang. Tentu saja perusahaan peternakan melakukan hal itu untuk mendapatkan keuntungan. Jangan mudah percaya iklan ya…

Struktur gigi manusia juga tidak sama dengan struktur gigi hewan karnivora/hewan pemakan daging. Struktur gigi manusia lebih mirip dengan gigi hewan herbivora/hewan pemakan tumbuh-tumbuhan.

Mengonsumsi makanan dari produk-produk yang berasal dari hewan juga mudah membuat manusia kelebihan berat badan. Dengan beralih ke gaya hidup vegan, dengan hanya makan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan bisa membuat manusia menjadi lebih sehat dan dapat terhindar dari obesitas/kelebihan berat badan.

Beralih ke gaya hidup vegan karena aku mengasihi hewan

Hewan adalah makhluk hidup yang bisa merasakan stress, sakit dan senang. Hewan juga memiliki hak untuk hidup bahagia di bumi ini tanpa harus menjadi makanan manusia, dijadikan bahan fashion, dijadikan tontonan atau menjadi alat percobaan untuk laboratorium atau kosmetik.

Lihat saja, ketika hewan akan disembelih mereka ketakutan dan berusaha untuk lari. Sewaktu aku masih kecil, aku pernah melihat kambing yang mengeluarkan air mata ketika akan disembelih.

Dalam video yang direkam secara sembunyi-sembunyi di rumah jagal, hewan-hewan di peternakan diperlakukan dengan sangat kejam. Hewan-hewan tersebut dipukul, di injak-injak dan ada juga hewan yang dikuliti hidup-hidup. Coba bayangkan, pasti ngeri kan? Aku sampai nangis nonton video dokumentari itu. Kasihan banget lihat hewan-hewan diperlakukan dengan semena-mena oleh manusia hanya untuk memberikan kepuasan dan kesenangan hidup yang sementara. Bukankah lebih baik, antara manusia, hewan dan alam bisa hidup harmonis di muka bumi ini?

Beralih ke gaya hidup vegan karena manusia memiliki moral

Ada alasannya kan kenapa ibu-ibu tidak membawa anak-anaknya ke rumah jagal? Melainkan ibu-ibu akan membawa anak-anaknya ke kebun apel untuk memetik buah apel. Karena ibu-ibu tidak mau anaknya melihat horor hewan-hewan yang lemah dan tidak bersalah tetapi dibantai di rumah jagal.

Mari kita berpikir sejenak…

Manusia adalah makhluk hidup yang lebih pandai dari binatang, seharusnya sebagai superior/makhluk hidup yang lebih pandai, kita harus melindungi makhluk hidup yang lebih lemah dari kita. Bukannya malah memanfaatkan makhluk hidup yang lebih lemah untuk kepuasan dan kesenangan diri kita sendiri.

Manusia jaman dulu berburu binatang karena memang jaman masih kuno sehingga mereka hanya bisa cari makan dengan berburu, sedangkan jaman sekarang manusia memiliki pilihan yang lebih banyak. Tidak perlu lagi berburu binatang untuk makan.

Satu hal yang menjadi prinsip hidupku, “Perlakukan orang lain dan makhluk hidup lain sebagaimana kamu sendiri ingin diperlakukan.” Apakah kamu mau dibunuh untuk dijadikan makanan? Apakah kamu mau dikurung untuk dijadikan tontonan? Apakah kamu mau dikuliti hidup-hidup untuk dijadikan bahan fashion? Tanyakan hati nurani kamu dan renungkan.

Beralih ke gaya hidup vegan untuk kelestarian alam semesta dan lingkungan

Peternakan membutuhkan tempat yang luas, selain itu peternakan juga membutuhkan tumbuh-tumbuh’an dan air yang sangat banyak untuk memelihara hewan-hewan yang akan disembelih untuk dijadikan makanan manusia yang sanggup membeli daging. Sedangkan di dunia ini masih banyak manusia yang mati kelaparan karena kekurangan makanan dan air bersih. Alangkah lebih baiknya, manusia mengonsumsi hanya makanan dari tumbuh-tumbuhan.

Hutan juga ditebang untuk dijadikan lahan peternakan sehingga membuat binatang liar yang ada di hutan tersebut mati dan punah. Peternakan juga salah satu penyebab pemanasan global.

Perlakukan orang lain dan makhluk hidup lain sebagaimana kamu sendiri ingin diperlakukan. Click To Tweet

Dengan beralih menjadi vegan, sama halnya kamu membantu orang lain yang kelaparan dan kekurangan air bersih, dengan beralih menjadi vegan kamu bisa membantu mengurangi pemanasan global, dengan beralih menjadi vegan kamu bisa membebaskan hewan yang lemah dan tidak bersalah untuk bisa lepas dari penderitaan, dengan beralih menjadi vegan kamu bisa mengurangi resiko kesehatan diri kamu sendiri dari kanker, diabetes atau serangan jantung.

Banyak sekali manfaatnya untuk menjadi vegan. Yuk ambil bagian untuk membuat perubahan yang lebih baik. Jika belum mampu untuk jadi vegan sepenuhnya, kamu bisa jadi vegetarian terlebih dahulu atau paling tidak mulai membatasi mengonsumsi daging, misalnya hanya makan daging seminggu sekali. Kemudian jika sudah mampu, kamu bisa beralih sepenuhnya menjadi vegan.

Kamu bisa tonton film dokumentari Cowspiracy yang produsernya adalah Leonardo DiCaprio, aktor film Titanic dan aktifis lingkungan. Selain film dokumentari Cowspiracy, kamu juga bisa tonton film dokumentari What The Health dan Eartlings sehingga kamu bisa memiliki pengetahuan tentang efek negatif dari mengonsumsi produk-produk yang berasal dari hewan.

Apakah kamu sudah mulai beralih menjadi vegan? Share di kolom komentar ya. Selain itu jika artikel ini bermanfaat please share ke teman-teman kamu because sharing is caring.

12 thoughts on “Dari vegetarian beralih ke vegan

  1. Pengen deh beralih ke vegan cuma masih sulit apalagi emak rempong kayak saya biasa yang praktis ceplok telor…
    Btw makasih sharenya ya mbak perlahan mau beralih ke vegan

  2. menariknyaa pas ditulis kenapa ibu2 lebih memilih anak2nya diajak memetik dikebun apel daripada rumah jagal, sejenak saya berpikir…benar juga muastahil memperlihatkan bagaimana hewan2 itu disembelih sebelum diolah jadi makanan.

    untuk jadi vegetarian saya belum pernah terpikirkan sama sekali, saya suka sayur2an dan gizi dari produk nabati, kalau daging sapi atau kambing saya kurang suka.

    sementara itu ayam suka, tapi bisa juga ditinggal.

    yang tidak bisa saya tinggal itu seafood, saya sangat suka dengan ikan.

    • Ya betul mas Sabda. Ada kutipan dari Paul McCartney, “Jika dinding rumah jagal terbuat dari kaca, maka semua orang akan berubah menjadi vegetarian.” Maksud dari kutipan itu jika saya artikan, bahwa manusia memiliki hati nurani. Kita melihat binatang kesakitan di jalanan aja pasti hati kita tersentuh ingin menolong, apalagi melihat hewan-hewan diperlakukan semena-mena dan disembelih atau dikuliti hanya untuk kepuasan dan kesenangan manusia.

      Kebiasaan yang kita miliki saat ini dipengaruhi oleh lingkungan di sekitar kita tetapi kita bisa memutuskan untuk berubah. Makanan laut juga termasuk makanan favorit saya lho, apalagi cumi-cumi. Tapi saya tidak tega lagi untuk makan binatang. Selain itu faktor lingkungan dan kesehatan, lebih baik menjadi vegan. 🙂

  3. Honestly msh blm bisa sih utk 100% tidak makan daging. Tp sejauh ini sih aku coba utk membatasi, walo blm sepenuhnya stop. Daging sebulan 3x aja.. Ayam mungkin msh sering.. Tp kalo susu emg ga doyan :D. Agak susah sih ya kalo mw membahas ttg kejam tidaknya hewan di konsumsi, trutama hewan ternak. Tapi yg pastinya aku menentang kalo hewan peliharaan dimakan 🙁 . Semoga nanti aku bisa bener2 jd vegitarian. Kalo vegan mungkin blm dulu 😀

  4. Kalau untuk jadi vegan saya memang tidak tertarik sejauh ini.
    Tapi untuk mengkonsumsi hanya binatang laut, bisa menjadi pilihan saya.
    Menghindari lemak atau protein nabati seperti telur dan susu, sepertinya cukup susah. Karena hampir setiap masakan ada bahan tersebut.

    • Gaya hidup vegan di Indonesia memang masih jarang kita dengar. Tetapi di negara barat sudah biasa. Di Finlandia sudah banyak restoran yang menjual makanan vegetarian dan vegan, begitu juga bahan-bahan makanan di supermarket yang tanpa telor dan tanpa susu.

      Saya sendiri lebih suka masak sendiri di rumah sehingga bisa membuat makanan dengan resep-resep makanan vegan. Kadang makanan Indonesia saya masak tanpa daging, telor atau susu. Tetap nikmat kok.

      Salam kenal ya mbak Sara. 🙂

  5. Udah mulai jadi vegetarian sekitar 2 minggu yang lalu, dan itu buat badan jadi enak banget. Dan sekarang pengen beralih jadi vegan seutuhnya, tapi lingkungan belum mendukung sama sekali, mohon saran nya dong ka.

    • Salam kenal Khansa. Hebat ya sudah bisa mengubah gaya hidup menjadi vegetarian. High five!

      Sebetulnya lebih mudah untuk menjadi vegan setelah menjalani gaya hidup vegetarian. Hanya perlu mengganti susu, madu, dan telur dengan produk lain. Kalau aku, susu sapi diganti dengan sari kedelai. Telur diganti dengan tahu dan tempe yang diolah beda-beda biar nggak bosen. Untuk madu, aku belum menemukan gantinya, jadi pakai gula aja tapi sedikit karena aku juga mengurangi konsumsi gula.

      Sebenarnya untuk jadi vegan lebih mudah kalau masak sendiri. Karena kalau menggantungkan makanan yang dibeli di warung atau restoran masih belum banyak pilihannya. Apalagi di Indonesia memang belum trend untuk gaya hidup vegan, sedangkan di Finlandia sudah banyak orang yang mengubah gaya hidupnya menjadi vegan. Pengalaman aku sendiri selama 1 tahun menjadi vegetarian di Indonesia memang cukup sulit, harus menjelaskan ke orang-orang yang aku temui, apalagi saat beli makanan di luar.

      Quote ini bagus banget untuk dijadikan pedoman, “In the absence of a role model, be a role model” atau “Jika tidak ada seorangpun di sekitarmu yang bisa dijadikan teladan, jadilah teladan bagi orang-orang di sekitarmu”.

      Gaya hidup vegan bagus untuk kesehatan kita sendiri, mengurangi penderitaan hewan, membantu kelestarian alam dan juga untuk kesejahteraan manusia. Semangat ya Khansa untuk mulai ber-vegan!

  6. Halo Mbak Esther. Keren sekali ulasannya. saya akui belum bisa lepas dari konsumsi protein hewani. Tapi beberapa kali mencoba full konsumsi sumber makanan nabati dan memang terasa sangat berbeda pada kondisi tubuh saya. Semoga suatu saat berani mengambil jalan sejenis seperti Mbak dan suami

Leave a Reply

error: The content is protected !!