Cerita cintaku

March 13, 2017

Setelah berkali-kali gagal dalam masa pacaran, akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi mencari pacar. Saya menyibukkan diri dengan mengkoreksi diri. Memikirkan faktor-faktor apa saja yang membuat kegagalan dalam hubungan-hubungan saya sebelumnya.

Fokus dengan pengembangan diri. Saya membeli buku-buku tentang self-help, dating dan relationship. Setelah membaca buku-buku itu, saya juga menerapkannya.

Setiap weekend saya selalu keluar rumah hang out dengan teman-teman sesama single. Ada target yang harus saya penuhi untuk bertemu teman-teman baru setiap minggu.

Seringkali saya pergi hang out sendiri. “Wah kok PD banget?“, “Apa enggak takut dikira cewek apaan gitu kalau hang out sendirian?“, “Mendingan tidur daripada keluar sendirian“. Itu adalah pertanyaan dan pernyataan yang saya sering dengar dari teman-teman saya.

Saya tidak pernah pusing dengan apa yang dipikirkan orang tentang diri saya. I know who I am and that’s enough. Tujuan saya hang out adalah mencari teman-teman baru. Semakin banyak teman-teman baru yang saya kenal, semakin besar pula kemungkinannya untuk bertemu dengan pria idaman saya.

Tidak lupa saya juga join berbagai online dating sites. Saya akan menuliskan review tentang online dating sites yang pernah saya ikuti di artikel lain.

Kala itu saya dekat dengan beberapa pria. Namun saya tidak mau terburu-buru pacaran lagi. Saya amati satu-persatu mulai dari bahasa yang mereka gunakan, karakter, keluarganya dan pandangan-pandangan hidupnya.

Saya sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang penting bagi saya untuk saya ketahui dari mereka. Meski tidak semuanya mau menjawab. Well, nothing to lose. Tujuan saya hanya satu, yaitu mencari persamaan/kecocokan antara diri saya dengan pria tersebut. So far, saya belum ketemu yang cocok dengan kriteria saya.

Sampai pada suatu hari, ada seorang teman saya yang bernama Annisa datang ke Indonesia bersama dengan suami dan keluarganya. Annisa menikah dengan pria Finlandia dan tinggal disana. Saat itu Annisa datang berlibur. Dia mengundang saya untuk bertemu dan mengajak saya untuk ikut one day tour dengannya supaya kami bisa ngobrol lebih lama. Pada pertemuan itu Annisa juga memperkenalkan saya dengan seorang pria. Dia adalah kakak suaminya. Pria ini tidak begitu asing bagi saya, karena saya sudah pernah melihatnya di foto pernikahan Annisa beberapa tahun yang lalu. Kami juga sempat berkomunikasi lewat Facebook beberapa kali. Namun waktu itu, kami berdua tidak melanjutkan percakapan karena mempertimbangkan jarak yang terlalu jauh dan kami berdua sama-sama tidak suka LDR – Long Distance Relationship.

Kami hanya bertemu satu kali. Setelah dia pulang ke Finlandia, kami melanjutkan percakapan lewat WhatsApp dan Line. Awalnya kami hanya ngobrol-ngobrol sebagai teman. Beberapa bulan kemudian dia mengatakan “I love you, Esther“.

Saya menangis ketika dia menyatakan cintanya pada saya. Kami menemukan banyak kecocokan pada karakter dan pandangan-pandangan hidup kami berdua. Proses perkenalan dan pacaran kami sangat singkat. Hanya lima bulan saja, setelah itu saya terbang ke Finlandia untuk bertemu dengannya.

Baca juga : cara pengajuan visa schengen ke Finlandia.

Tiba di bandara Helsinki, dia melamar saya. Dia bertekuk lutut di hadapan saya sambil menyodorkan sebuah cincin dan berkata, “Esther, will you marry me?”. Saya langsung jawab, “I do“. Dag dig dug rasanya disertai rasa bahagia yang tersirat di raut muka dan senyuman saya. Ahhhhhhhh…finally…Satu bulan kemudian kami menikah di Finlandia. Pernikahan kami dilangsungkan secara sederhana disaksikan keluarga dan sahabat dekat.

Jika kamu masih single saat baca artikel saya ini, ada beberapa hal yang bisa saya bagikan dari pengalaman saya dalam masa pencarian dan penantian Mr. Right.

  1. Introspeksi diri. Lihat pada diri sendiri apa yang perlu diperbaiki, baik itu kekurangan atau kebiasaan-kebiasaan buruk. Rubah selagi masih single.
  2. Pelajari tentang diri sendiri : cari tahu personality dan karakter kamu, apa yang kamu suka dan tidak suka. Tentukan tujuan hidup, nilai-nilai hidup dan mimpi-mimpimu. Be the best version of yourself, work on your dreams, love yourself and be happy.
  3. Belajar. Baca buku-buku tentang self help, dating dan relationship agar bisa menambah wawasan kamu.
  4. Tentukan kriteria siapa Mr. Right kamu. Jika kamu tidak suka bau rokok, maka pria perokok bukan pria yang tepat untuk kamu. Tuliskan kriteria Mr. Right mu di kertas. Tidak ada manusia yang sempurna, tapi ada satu orang yang sempurna untuk kamu. Jangan fokus mencari pacar atau suami, fokuslah mencari pria yang tepat untuk dirimu.
  5. Cari pria yang tepat di tempat yang tepat. Hindari mencari Mr. Right di club-club malam jika kamu bukan wanita clubber.
  6. Bergaul dengan lebih banyak teman baru dan perbanyak berbuat baik. Jodoh ada disekitar kita. Karena itu tebarkanlah kebaikan disekitarmu. Orang-orang disekitar kita bisa menjadi jalan untuk mempertemukan kita dengan pria yang tepat.
  7. Jangan pernah sekalipun berhenti berusaha. Entah berapa kali kamu telah patah hati, jangan pernah sekalipun putus asa. Pertahankan pikiran positif kamu dan selalu berusaha untuk menemukan cinta sejatimu.
  8. Iman. Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa one day you’ll get there, bahwa suatu hari nanti pasti saya akan bertemu dengan cinta sejatiku. If it works for me, it will work for you too.

Esther Ariesta-Rantanen

Hai, saya Esther! Dengan membangun blog & bisnis online, saya memiliki kebebasan waktu untuk melakukan hal-hal yang saya sukai & menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang saya cintai. Lewat blog ini, saya berbagi tips & pengalaman saya tentang blogging, bisnis online, personal development, relationships & traveling. Saat ini saya tinggal di Finlandia bersama suami tercinta.


Esther Ariesta-Rantanen

  • Semoga bahagia selalu mbak Esther..saya BW neh lagi cari inspirasi buat nulis tentang dirimu 🙂

    • Esther

      Makasih mbak Muthia. Sama-sama ya. I hope you always happy also 🙂

  • kisah cinta yang romantis mbak Esther, bahagia terus ya…
    jadi Annisa sekarang udah jadi ipar ya, senangnya punya ipar yangg juga sahabat ya
    salam kenal ya mbak

    • Esther

      Makasih mbak Monda, salam kenal kembali 🙂

  • Sri Murni

    Tetap semangat mencari cinta sejati dan akhirnya ketemu ya mbak…. Congrats ya…

    • Yang paling penting adalah semangat terus ya mbak Sri, makasih ya…

error: The content is protected !!