Persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI

Persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI

Menikah di luar negeri ternyata bisa bikin bingung karena informasi tidak selalu ada di internet. Selain itu setiap provinsi  di Indonesia memiliki peraturan yang berbeda-beda. Berikut akan saya share persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI dengan KTP Denpasar, Bali.

Baca juga : Cerita Cintaku

Persyaratan menikah dari Indonesia

Surat pengantar dari Kelian Dinas

Yang pertama kali kamu harus lakukan adalah meminta surat pengantar untuk membuat surat keterangan belum pernah menikah dari Kelian Dinas. Di Bali, Kelian Dinas ini seperti RT/RW. Untuk pembayaran, bisa membayar seikhlasnya.

Caranya, datang ke kantor Kelian Dinas dengan membawa KTP, kemudian Kelian Dinas akan membuat surat pengantar untuk meminta surat keterangan belum pernah menikah.

Bapak Kelian Dinas akan bertanya tujuan meminta surat pengantar tersebut. Ya tinggal di jawab saja karena mau menikah. Biasanya bapak Kelian Dinas ada di kantor pagi-pagi, tapi untuk lebih jelasnya langsung datang ke kantor Kelian Dinas, biasanya juga ada nomer telepon bapak Kelian Dinas ditempel di area kantor sehingga kamu bisa menghubungi untuk membuat appointment.

Surat pengantar bisa langsung jadi, sekitar 5 -10 menit saja prosesnya kalau memang tidak banyak yang antri di kantor Kelian Dinas.

Tanda tangan ke Kelurahan

Setelah mendapatkan surat pengantar dari Kelian Dinas, surat pengantar tersebut perlu ditanda tangani oleh Kelurahan. Bapak Kelian Dinas akan memberi tau dimana kantor Kelurahan setempat.

Jika kamu beruntung seperti saya, bapak Lurah pas ada di tempat sehingga saya tidak perlu menunggu lama. Proses sekitar 10 menit untuk menunggu surat pengantar saya ditanda tangani dan diberi cap stempel. Proses ini tidak dipungut biaya apapun.

Tanda tangan ke Kecamatan

Next ya…surat pengantar tersebut perlu juga ditanda tangani oleh bapak kepala Kecamatan setempat. Kamu harus tau dimana tempatnya ya atau bisa tanya ke orang-orang di Kelurahan.

Waktu itu saya juga beruntung banget karena pas saya ke kantor Kecamatan, pak Camatnya juga lagi ada, jadi langsung aja ditanda tangani. Proses hanya sekitar 10 menit menunggu. Tidak dipungut biaya apapun juga.

Dispenduk Capil

Surat pengantar yang telah ditanda tangani dan di cap stempel dari Kelian Dinas, Kelurahan dan Kecamatan dibawa ke Dispenduk Capil. Disini antrinya bisa panjang banget sampai ratusan. Antrian juga dibatasi setiap harinya. Surat pengantar tersebut harus ditukar dengan surat keterangan belum pernah menikah.

Pada waktu itu, kepala Dispenduk Capil sedang keluar kota, sehingga saya perlu waktu sekitar 4-7 hari untuk mengambil surat keterangan belum pernah menikah. Proses ini juga tidak dipungut biaya sama sekali.

Sebetulnya hanya surat keterangan belum pernah menikah dari Dispenduk Capil ini yang diperlukan untuk menikah di Finlandia, tapi prosesnya harus melalui 3 kantor yang berbeda hanya untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel…Saya sempet mikir, kok enggak langsung aja di Dispenduk Capil ya buatnya? Biar simpel dan enggak terlalu wira-wiri.

PS. Dispenduk Capil Denpasar, Bali tidak mengeluarkan surat N1-N4 seperti di kota atau provinsi lain di Indonesia. Surat keterangan belum pernah menikah ini setara dengan surat N1-N4.

Persyaratan menikah di Finlandia

Kedutaan Besar Republik Indonesia

Surat pengantar belum pernah menikah dari Dispenduk Capil kemudian dibawa ke KBRI di Helsinki, Finlandia. Disini surat pengantar tersebut akan diganti dengan surat pengantar belum pernah menikah dalam bahasa Inggris + tidak lupa dengan tanda tangan dan stempel 😀

Untuk mengurus translate ke bahasa Inggris saya harus membayar kurang lebih 25 euro. Selain itu kamu juga harus membawa amplop dan prangko agar pihak Kedutaan bisa mengirimkan langsung hasil pengesahan dokumen ke alamat rumah kamu di Finlandia. Jika tidak, kamu harus mengambil sendiri di kantor Kedutaan. Proses legalisasi ini memakan waktu sekitar satu minggu.

Maistraatti

Surat pengantar belum pernah menikah dari KBRI dibawa ke Maistraatti dilengkapi dengan dokumen lainnya, yaitu passport, visa dan passport calon suami.

Baca juga : Cara Pengajuan Visa Schengen Finlandia

Kalau di Indonesia, Maistraatti ini seperti Dispenduk Capil. Mereka yang mengurus dokumen-dokumen untuk menikah dan yang akan menikahkan. Proses menikah di Maistraatti ini tidak dipungut biaya sama sekali. Namun pernikahan harus dilangsungkan pada hari dan jam kerja saja. Jika seperti saya yang menikah pada saat weekend, maka harus membayar biaya sekitar 250 euro.

Setelah pernikahan berlangsung, pihak Maistraatti akan mendaftarkan pernikahan di sistem administrasi negara dan bisa diakses oleh berbagai pihak pemerintahan yang memerlukan data informasi pernikahan.

Sebetulnya mudah ya prosesnya kalau sudah tau, tapi karena informasi mengenai persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI tidak ada yang lengkap di internet maka bisa membuat bingung, apalagi persyaratan di Indonesia bisa berbeda-beda di tiap kota.

Prenuptial agreement atau perjanjian pisah harta

Untuk pernikahan WNI dengan WNA biasanya juga disertai dengan prenuptial agreement atau perjanjian pisah harta. Alasannya sih beda-beda ya untuk tiap pasangan yang mau menikah dan mau buat perjanjian ini sebelum menikah.

Kalau untuk pemerintah Indonesia sendiri mengharuskan adanya perjanjian pisah harta karena WNA dilarang untuk memiliki properti di Indonesia. Jadi WNI yang menikah dengan WNA juga tidak bisa memiliki properti di Indonesia jika tidak memiliki surat perjanjian pisah harta sebelum menikah. Perjanjian pisah harta sebelum menikah ini disebut prenuptial agreement.

Sedangkan baru-baru ini masyarakat PERCA (pernikahan campur) Indonesia memperjuangkan hak WNI yang telah menikah dengan WNA namun belum membuat perjanjian pisah harta saat sebelum menikah agar bisa memiliki properti di Indonesia. Karena perjuangan PERCA berhasil, sekarang ini selain dengan prenuptial agreement, ada juga postnuptial agreement. Dimana perjanjian pisah harta bisa dibuat setelah menikah.

Selain alasan dari pemerintah Indonesia yang mengharuskan adanya perjanjian pisah harta, untuk pasangan campur yang lain biasanya sih untuk melindungi harta yang telah dimiliki ketika sebelum menikah, sehingga jika misalnya pasangan tersebut bercerai maka harta akan tetap milik masing-masing. Tidak akan dibagi dua.

Saya sendiri menikah tanpa prenuptial agreement karena well…saya menikah untuk selamanya bukan menikah untuk bercerai. Jika saya harus menikah dengan prenuptial sih lebih baik pacaran saja.

Selain itu pandangan saya ketika seseorang menikah ya harus all out. Tidak setengah-setengah. Every relationship should be built on trust. Either full trust or no trust. Saya tidak akan menikah dengan pria yang tidak saya percaya atau juga pria yang tidak terlalu percaya dengan saya.

Karena bagi saya, dengan menikah tidak otomatis semua harta benda yang dimiliki suami menjadi milik saya. Begitu juga sebaliknya. Apapun yang terjadi ya tetap harta benda milik masing-masing kecuali memang belinya berdua.

Saya suka kutipan ini, “Jika kamu menginginkan untuk menjadi kaya tanpa bekerja, itu adalah awal bencana”. Maksudnya, jika kita menginginkan uang, properti atau apa saja ya harus mau bekerja keras untuk mendapatkannya, bukan mengambil atau mengakuisisi milik orang lain hanya karena lewat jalur pernikahan. Disinilah respect dan kedewasaan itu diperlukan. Sayangnya, tidak semua orang yang menikah itu adalah orang-orang yang memiliki pemikiran yang dewasa sehingga permasalahan harta sering terjadi ketika pernikahan berujung dengan perceraian.

Saya juga tidak mendukung kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak memperbolehkan WNI yang menikah dengan WNA untuk bisa memiliki properti di Indonesia. Menurut saya, itu adalah bentuk dari diskriminasi. Sedangkan saya sebagai WNI bisa membeli properti di Finlandia tanpa memiliki prenuptial agreement.

Persyaratan menikah di Finlandia bagi WNI. Click To Tweet

Apakah kamu punya pengalaman tentang ribetnya mengurus dokumen pernikahan? Jika ada, share ya di kolom komentar.

Selain itu jika artikel ini bermanfaat please share ke teman-teman kamu because sharing is caring.

5 Bahasa cinta rahasia membuat hubungan cintamu bertahan selamanya

5 Bahasa cinta

Perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai

Saat saya masih single, saya sering mendengar celoteh orang-orang yang sudah menikah. Katanya, lama-lama cinta akan hilang, apalagi kalau sudah ada anak. Saya beruntung menemukan buku 5 bahasa cinta rahasia membuat hubungan cintamu bertahan selamanya yang ditulis oleh konselor pernikahan Dr. Gary Chapman.

Menurut Dr. Chapman, ada perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai. Jatuh cinta itu terjadi karena insting. Kamu tidak bisa merencanakan akan jatuh cinta kepada siapa dan kapan waktunya. Kamu bisa jatuh cinta saat kamu bertemu dengan seorang pria yang memenuhi kriteria. Apalagi jika gayung bersambut. Proses jatuh cinta menjadi komplit. Rasanya ingin selalu bertemu dan menghabiskan waktu bersama.

Baca juga apa itu cinta.

Proses jatuh cinta ini ada yang bertahan beberapa hari, beberapa bulan dan beberapa tahun. Pada umumnya proses jatuh cinta hanya bertahan paling lama 2 tahun.

Selama kamu berada dalam proses jatuh cinta, kamu akan sulit mengenali kekurangan si dia. Dia akan terlihat begitu sempurna.

Begitu juga sebaliknya. Si dia juga akan menganggap kamu begitu sempurna. Sehingga kalian berdua jadi tidak sabar untuk segera saja menikah.

Baca juga menikah itu nasib atau takdir?

Kamu berfikir bahwa setelah menikah, kamu akan bahagia selamanya happily ever after karena selalu dibanjiri hormon jatuh cinta. Tetapi proses jatuh cinta ini bisa memudar dan hilang.

Setelah proses jatuh cinta ini hilang, kamu jadi bisa mulai obyektif. Begitu juga dengan pasangan kamu. Kalian berdua jadi bisa sama-sama melihat kekurangan masing-masing.

Pada fase inilah kamu harus sadar bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah butuh untuk merasa dicintai dengan tulus. Walaupun tanpa dibantu hormon jatuh cinta dan ditambah lagi dengan mengetahui kekurangan pasangan, kamu harus tetap mencintainya.

Proses jatuh cinta itu memang tidak bisa dikontrol, tetapi mencintai seseorang bisa dilatih dan dipelajari.

Salah satu kebutuhan manusia adalah butuh untuk merasa dicintai dengan tulus. Click To Tweet

5 Bahasa cinta

Dr. Chapman mengungkapkan adanya perbedaan pada masing-masing orang dalam mencintai pasangannya dan bagaimana orang tersebut bisa merasa dicintai. Disinilah sering terjadi kesalahpahaman.

Sang suami sudah merasa menunjukkan rasa cintanya pada istri, namun sang istri tidak merasa dicintai oleh suaminya.

Sebagai contoh, ada sepasang suami istri, sebut saja Toni dan Elisabeth. Toni selalu sibuk bekerja sehingga jarang punya waktu untuk Elisabeth. Walaupun Toni bisa membiayai semua pengeluaran rumah tangga, Elisabeth merasa bahwa Toni tidak mencintainya lagi karena Toni lebih mementingkan urusan karirnya daripada dirinya.

Di sisi lain, Toni merasa sudah menjadi suami yang baik dengan bekerja sampai larut malam agar bisa membiayai pengeluaran rumah tangga.

Untuk mengatasi kesalahpahaman ini, kamu harus mencintai pasangan kamu sesuai dengan bahasa cintanya.

Begitu juga dengan pasangan kamu. Dia harus mencintai kamu sesuai dengan bahasa cinta kamu. Hal ini akan membuat kalian berdua sama-sama merasa saling dicintai.

Dr. Chapman mendefinisikan adanya 5 bahasa cinta sebagai berikut:

  1. Words of affirmation.

Untuk mencintai pasangan dengan bahasa cinta ini, kamu harus sering menggunakan kata-kata yang baik, kata-kata yang membangun dan memotivasi. Pasangan kamu akan mudah sakit hati jika kamu kerap menggunakan kata-kata yang kasar.

Do:

  • Berikan dia semangat. Misalnya, kamu pasti sukses dengan karir barumu!
  • Katakan I love you setiap hari.
  • Berikan pujian pada hal-hal kecil yang dia lakukan.

Don’t:

  • Hindari berkata-kata kasar.
  • Tidak pernah mengatakan I love you.
  • Hindari memberikan kritik.
  1. Quality time.

Memberikan waktu yang berkualitas adalah cara mencintai pasangan dengan bahasa cinta ini. Dia akan merasa dicintai jika kamu meluangkan waktu khusus untuknya dan memberikan dia perhatian.

Do:

  • Sesibuk apapun luangkan waktu khusus untuk melakukan aktifitas berdua dengannya. Misalnya, membaca dan membahas sebuah buku bersama.
  • Mendengarkan dengan sungguh-sungguh saat dia berbicara. Tatap matanya saat dia berbicara. Dengarkan ceritanya untuk memahami perasaannya.
  • Merencanakan kencan seminggu sekali. Misalnya, makan di restoran favoritnya pada saat weekend.

Don’t:

  • Terlalu sibuk menulis blog atau mengurus bisnis sehingga tidak ada waktu khusus untuknya.
  • Melihat handphone atau media sosial saat dia berbicara denganmu.
  • Tidak pernah merencanakan kencan dan liburan bersamanya.
  1. Physical touch.

Sentuhan fisik menjadi hal utama pasangan dengan bahasa cinta ini. Pada umumnya laki-laki mengira sentuhan fisik adalah hubungan seks. Tetapi sentuhan fisik ini justru bukan tentang hubungan seks.

Pasangan dengan bahasa cinta ini merasa dicintai jika kamu sering memberikan sentuhan di tubuhnya, bergandengan tangan, berpelukan dan ciuman.

Do:

  • Lakukan kontak fisik setiap hari walaupun tidak berhubungan seks. Misalnya bergandengan tangan, membelai tubuhnya, memberikan pelukan dan ciuman.

Don’t:

  • Tidak pernah atau jarang melakukan kontak fisik kecuali jika sedang berhubungan seks.
  • Hindari memiliki hubungan jarak jauh seperti long distance relationship atau long distance marriage.
  1. Receiving gifts.

Pasangan dengan bahasa cinta ini merasa dicintai dengan menerima hadiah atau pemberian dari kamu. Hadiah yang dia terima tidak harus mahal, dia akan sangat menghargai hal-hal kecil yang kamu berikan untuknya. Terutama di hari-hari yang spesial.

Do:

  • Berikan hadiah atau kejutan di hari-hari yang spesial.
  • Berikan kado saat ulang tahunnya.

Don’t:

  • Lupa dengan hari ulang tahunnya.
  • Tidak pernah memberikan hadiah atau pemberian yang bermakna untuknya.
  1. Acts of service.

Dengan membantu atau melayani pasangan dengan bahasa cinta ini akan membuatnya merasa dicintai. Terutama jika dia sedang sibuk atau capek setelah mengerjakan pekerjaannya.

Do:

  • Ikut membantu membersihkan rumah.
  • Memasak makanan favoritnya.
  • Menyiapkan bajunya.

Don’t:

  • Tidak membantunya sama sekali, terutama ketika dia sedang sibuk atau capek.

Bagaimana menentukan bahasa cinta?

Mengetahui bahasa cinta pasangan sama pentingnya dengan mengetahui bahasa cinta kamu sendiri. Sehingga kamu bisa memberi tahu pasangan bagaimana agar kamu bisa merasa dicintai olehnya dan membuat pasangan kamu merasa dicintai.

Tanyakan hal ini kepada pasangan kamu,”apa yang harus aku lakukan supaya kamu merasa dicintai?”

Tes bahasa cinta kamu dan pasangan

Kamu bisa melakukan tes yang diberikan secara gratis untuk mengetahui bahasa cinta kamu dan pasangan di website resmi 5 Love Languages.

Share di kolom komentar jika kamu sudah mengetahui apa saja bahasa cinta kamu dan pasangan. Selain itu jika kamu menganggap artikel ini bermanfaat, silahkan dibagikan ke teman-teman blogger kamu yang lain because sharing is caring.

Cerita cintaku

Cerita cintaku

Setelah berkali-kali gagal dalam masa pacaran, akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi mencari pacar. Saya menyibukkan diri dengan mengkoreksi diri. Memikirkan faktor-faktor apa saja yang membuat kegagalan dalam hubungan-hubungan saya sebelumnya.

Fokus dengan pengembangan diri. Saya membeli buku-buku tentang self-help, dating dan relationship. Setelah membaca buku-buku itu, saya juga menerapkannya.

Setiap weekend saya selalu keluar rumah hang out dengan teman-teman sesama single. Ada target yang harus saya penuhi untuk bertemu teman-teman baru setiap minggu.

Seringkali saya pergi hang out sendiri. “Wah kok PD banget?“, “Apa enggak takut dikira cewek apaan gitu kalau hang out sendirian?“, “Mendingan tidur daripada keluar sendirian“. Itu adalah pertanyaan dan pernyataan yang saya sering dengar dari teman-teman saya.

Saya tidak pernah pusing dengan apa yang dipikirkan orang tentang diri saya. I know who I am and that’s enough. Tujuan saya hang out adalah mencari teman-teman baru. Semakin banyak teman-teman baru yang saya kenal, semakin besar pula kemungkinannya untuk bertemu dengan pria idaman saya.

Tidak lupa saya juga join berbagai online dating sites. Saya akan menuliskan review tentang online dating sites yang pernah saya ikuti di artikel lain.

Kala itu saya dekat dengan beberapa pria. Namun saya tidak mau terburu-buru pacaran lagi. Saya amati satu-persatu mulai dari bahasa yang mereka gunakan, karakter, keluarganya dan pandangan-pandangan hidupnya.

Saya sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang penting bagi saya untuk saya ketahui dari mereka. Meski tidak semuanya mau menjawab. Well, nothing to lose. Tujuan saya hanya satu, yaitu mencari persamaan/kecocokan antara diri saya dengan pria tersebut. So far, saya belum ketemu yang cocok dengan kriteria saya.

Sampai pada suatu hari, ada seorang teman saya yang bernama Annisa datang ke Indonesia bersama dengan suami dan keluarganya. Annisa menikah dengan pria Finlandia dan tinggal disana. Saat itu Annisa datang berlibur. Dia mengundang saya untuk bertemu dan mengajak saya untuk ikut one day tour dengannya supaya kami bisa ngobrol lebih lama. Pada pertemuan itu Annisa juga memperkenalkan saya dengan seorang pria. Dia adalah kakak suaminya. Pria ini tidak begitu asing bagi saya, karena saya sudah pernah melihatnya di foto pernikahan Annisa beberapa tahun yang lalu. Kami juga sempat berkomunikasi lewat Facebook beberapa kali. Namun waktu itu, kami berdua tidak melanjutkan percakapan karena mempertimbangkan jarak yang terlalu jauh dan kami berdua sama-sama tidak suka LDR – Long Distance Relationship.

Kami hanya bertemu satu kali. Setelah dia pulang ke Finlandia, kami melanjutkan percakapan lewat WhatsApp dan Line. Awalnya kami hanya ngobrol-ngobrol sebagai teman. Beberapa bulan kemudian dia mengatakan “I love you, Esther“.

Saya menangis ketika dia menyatakan cintanya pada saya. Kami menemukan banyak kecocokan pada karakter dan pandangan-pandangan hidup kami berdua. Proses perkenalan dan pacaran kami sangat singkat. Hanya lima bulan saja, setelah itu saya terbang ke Finlandia untuk bertemu dengannya.

Baca juga : cara pengajuan visa schengen ke Finlandia.

Tiba di bandara Helsinki, dia melamar saya. Dia bertekuk lutut di hadapan saya sambil menyodorkan sebuah cincin dan berkata, “Esther, will you marry me?”. Saya langsung jawab, “I do“. Dag dig dug rasanya disertai rasa bahagia yang tersirat di raut muka dan senyuman saya. Ahhhhhhhh…finally…Satu bulan kemudian kami menikah di Finlandia. Pernikahan kami dilangsungkan secara sederhana disaksikan keluarga dan sahabat dekat.

Jika kamu masih single saat baca artikel saya ini, ada beberapa hal yang bisa saya bagikan dari pengalaman saya dalam masa pencarian dan penantian Mr. Right.

  1. Introspeksi diri. Lihat pada diri sendiri apa yang perlu diperbaiki, baik itu kekurangan atau kebiasaan-kebiasaan buruk. Rubah selagi masih single.
  2. Pelajari tentang diri sendiri : cari tahu personality dan karakter kamu, apa yang kamu suka dan tidak suka. Tentukan tujuan hidup, nilai-nilai hidup dan mimpi-mimpimu. Be the best version of yourself, work on your dreams, love yourself and be happy.
  3. Belajar. Baca buku-buku tentang self help, dating dan relationship agar bisa menambah wawasan kamu.
  4. Tentukan kriteria siapa Mr. Right kamu. Jika kamu tidak suka bau rokok, maka pria perokok bukan pria yang tepat untuk kamu. Tuliskan kriteria Mr. Right mu di kertas. Tidak ada manusia yang sempurna, tapi ada satu orang yang sempurna untuk kamu. Jangan fokus mencari pacar atau suami, fokuslah mencari pria yang tepat untuk dirimu.
  5. Cari pria yang tepat di tempat yang tepat. Hindari mencari Mr. Right di club-club malam jika kamu bukan wanita clubber.
  6. Bergaul dengan lebih banyak teman baru dan perbanyak berbuat baik. Jodoh ada disekitar kita. Karena itu tebarkanlah kebaikan disekitarmu. Orang-orang disekitar kita bisa menjadi jalan untuk mempertemukan kita dengan pria yang tepat.
  7. Jangan pernah sekalipun berhenti berusaha. Entah berapa kali kamu telah patah hati, jangan pernah sekalipun putus asa. Pertahankan pikiran positif kamu dan selalu berusaha untuk menemukan cinta sejatimu.
  8. Iman. Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa one day you’ll get there, bahwa suatu hari nanti pasti saya akan bertemu dengan cinta sejatiku. If it works for me, it will work for you too.

Poligami

Poligami

Pengertian tentang poligami

Poligami adalah sebuah pernikahan yang dilakukan dengan lebih dari satu istri atau suami pada saat bersamaan. Jika seorang laki-laki menikah dengan lebih dari satu istri disebut poligini, sedangkan seorang wanita yang menikah dengan lebih dari satu suami disebut poliandri. Jika sebuah pernikahan melibatkan beberapa istri dan suami disebut kelompok pernikahan atau group marriage. Kebalikannya, jika sebuah pernikahan hanya terdiri dari satu suami dan satu istri disebut monogami.

Saya menulis tentang poligami karena terinspirasi tulisan seorang teman blogger yang tinggal di Tuban, Anis Khoir. Anis adalah seorang full time mother, freelance writer dan blogger kelahiran Pare, Kediri. Dalam artikelnya yang berjudul “Tak menolak poligami”, Anis menuturkan bahwa dia menghargai pelaku poligami karena dalam aturan agama Islam, poligami diperbolehkan dengan berbagai ketentuan. Meskipun tidak menolak adanya poligami, Anis belum tentu siap untuk dipoligami.

Bagaimana poligami bisa terjadi?

Poligami sangat umum terjadi pada hewan, salah satunya adalah serangga Drosophila melanogaster. Tentu saja hewan tidak mengenal pernikahan seperti manusia, namun hewan juga melakukan hubungan sexual untuk berkembang biak. Pada umumnya, hewan memiliki lebih dari satu pasangan sexual untuk mempercepat perkembangbiakkannya.

Pada jaman dahulu sebelum adanya agama, laki-laki berpasangan dengan lebih dari satu wanita untuk menyebarkan gen mereka. Hal ini berdampak pada meningkatnya populasi penduduk. Jika kamu mempelajari bukti-bukti sejarah, kamu akan menemukan bahwa laki-laki pada masa lalu juga berpoligami.

Praktek poligami tidak hanya dilakukan laki-laki yang beragama Islam saja, namun beberapa agama lainpun ada juga yang memperbolehkan poligami. Beberapa negara diketahui melegalkan poligami dan sebaliknya ada juga yang melarang. Praktek poligami terselubungpun juga sering terjadi, dimana pernikahan kedua dan seterusnya tidak diketahui oleh istri pertama.

Dampak evolusi wanita pada poligami

Pada masyarakat primitif dan juga dalam pengajaran beberapa agama, laki-laki dipandang memegang peranan yang sangat penting sebagai kepala keluarga serta penyedia makanan, rumah, pakaian dan kebutuhan-kebutuhan lainnya untuk istri dan anak-anaknya. Sedangkan wanita berperan sebagai pengasuh anak dirumah dan melayani suami. Seorang wanita dianggap sebagai sosok yang lemah dan pasif. Bahkan wanita jaman dahulu tidak diperbolehkan memiliki pendidikan tinggi, tidak boleh bekerja, tidak boleh menduduki jabatan sebagai pemimpin serta tidak diperbolehkan memakai kontrasepsi.

Seperti halnya alam semesta yang terus berevolusi, demikian juga dengan wanita. Wanita masa kini dapat bebas belajar setinggi mungkin, dapat bekerja dan memiliki profesi apapun serta diperbolehkan menduduki jabatan tinggi sebagai pemimpin bahkan menjadi presiden di satu negara. Wanita juga dapat menggunakan kontrasepsi untuk mengkontrol kehamilan.

Di negara maju seperti Finlandia, pria dan wanita dipandang sejajar. Pria dipandang tidak lebih tinggi/utama dari wanita. Pria dan wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama. Dalam sebuah pernikahan monogami, seorang suami diperbolehkan untuk tidak bekerja dan mengasuh anak dirumah sedangkan sang istri bekerja untuk memberi nafkah keluarga.

Peradaban yang semakin maju membuat wanita dapat melakukan apa yang pria lakukan. Faktor inilah yang membuat semakin banyak wanita sadar akan posisinya sehingga menolak poligami. Selain itu, manusia tidak seperti hewan yang umumnya bisa berganti-ganti pasangan. Manusia memiliki moral dan norma-norma dalam bermasyarakat sehingga memberikan tekanan sosial pada laki-laki untuk menikah hanya dengan satu istri/monogami.

Berpoligami atau monogami itu pilihan masing-masing individu. Namun saya sendiri berpedoman bahwa kita harus memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Jika diduakan orang yang kamu cintai itu membuat kamu sakit hati, maka jangan pernah menduakan orang yang mencintamu.

Treat others the way you want to be treated.

3rd wedding anniversary

How to celebrate 3rd wedding anniversary

3rd wedding anniversary

The function to celebrate wedding anniversary is to remember either it is the promises you’ve made, the sweet memory of your wedding day, or also a chance to change your wedding ring. It brings spark in your marriage life that caught in the routine. You can celebrate wedding anniversary from the first year, second and 3rd year wedding anniversary. The question is how to celebrate 3rd wedding anniversary? Here is my lists, please add more in the comment below, if you have one.

  1. Set up for a romantic dinner together. Especially in the restaurant you were dating for the first time.
  2. Wedding anniversary party. Invite close friends or just family member.
  3. Watching your favorite movie at home or in the cinema.
  4. Walking down to the beach and enjoy sunset together.
  5. Visiting your parents and parents in law.
  6. Travelling to another country or another town.
  7. Staying in a hotel together.
  8. Doing outdoor activities together.
  9. Buy new wedding rings.
  10. If you can’t go anywhere, simply just exchanging gifts.

3rd wedding anniversary gifts

If you wonder what gift you should give on 3rd wedding anniversary. The traditional gift is from leather. However for ethical reason, you shouldn’t buy leather made from animals. For example, you can give synthetic leather wallet, synthetic leather laptop, watch, personalized bracelet, personalized synthetic leather luggage tag, synthetic leather key chain or synthetic leather journal.

3rd wedding anniversary story

Rani R. TyasRani R. Tyas, Indonesian female blogger has story on her blog about how she celebrates her 3rd wedding anniversary. She spent her time with her husband and remembering the moment they met and decided to marry. Even though she didn’t exchange any gifts with her husband, she felt so grateful that she has reached the 3rd year of marriage. The moment she spent with her husband was so precious and gave spark to her love life. Celebrating 3rd wedding anniversary can be very simple yet so meaningful.

Saying I love you everyday

Why you should say I love you everyday?

It is very common for couples in their new relationships to say I love you to their partners. It happens usually in the beginning of relationship or marriage where both man and woman compete to say I love you and I love you more. However, it is rare for a couple to keep saying I love you after few years later. What is the importance of saying I love you? Why you should say I love you everyday? 

Love is a product of our efforts. Love is like a fruit or flower of a tree. It does not grow unless we water it everyday. So it is with love. We have to keep love alive by saying it to someone we love.

Read moreSaying I love you everyday

Menikah itu nasib atau takdir?

Menikah itu nasib atau takdir

Menikah itu nasib atau takdir? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus tahu dulu perbedaan antara nasib dan takdir. Jadi bisakah kamu menjawab apa itu nasib? Dan apa itu takdir? Bisakah kamu membedakan dua hal ini?

Jika kita lihat menurut kamus besar Bahasa Indonesia kbbi.co.id ada kesamaan antara nasib dan takdir.
nasib : sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang.
takdir : ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan.

Menurut saya sendiri ada perbedaan antara nasib dan takdir.
nasib : sesuatu yang bisa kita tentukan sendiri, bisa kita pilih dan bisa kita rubah.
Contohnya : pendidikan, profesi/pekerjaan, gaji/keuangan, tempat tinggal, gaya hidup, lingkungan dan pasangan hidup.
takdir : sesuatu yang tidak bisa kita tentukan sendiri, tidak bisa kita pilih dan tidak bisa kita rubah.
Contohnya : kapan dan dimana kita dilahirkan (kecuali orang yang memprogram tanggal kelahiran), siapa orang tua dan keluarga kita, menjadi laki-laki atau perempuan saat kita dilahirkan, kita mau lahir di urutan nomer keberapa dan kapan kita meninggal (walaupun gaya hidup juga mempengaruhi faktor kematian seseorang).

Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. ~ Sujiwo Tedjo

Kalau begitu menikah itu termasuk nasib atau takdir? Sesuatu yang bisa kita pilih atau tidak? Menurut salah satu budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo, beliau menuturkan bahwa menikah itu nasib, sedangkan mencintai itu takdir.  Sependapatkah kamu dengan opini beliau? Mencintai bisa jadi bagian dari takdir karena kita tidak bisa memaksakan perasaan kita pada seseorang.

Let’s think deeper, baik kita sadari atau tidak, baik kita mau mengakui atau tidak, tentu saja kita mencintai orang lain karena sebab-sebab tertentu. Karena cinta itu tidak buta, cinta itu melihat. Kita melihat orang yang kita cintai. Kita melihat sesuatu hal yang kita pandang dari orang tersebut sebagai kelebihannya sehingga kita tertarik, suka dan cinta. Awal kita tertarik dengan seseorang bisa karena beberapa faktor yaitu tertarik fisiknya, kepribadiannya, karakternya, sisi religious/spiritualnya, kepandaiannya, profesinya, finansial, kesamaan atau perbedaan hobi/kewarganegaraan/kepercayaan/suku/ras, cara dia memperlakukan diri kita dan bisa juga karena tidak ada pilihan yang lain. Hehehe 😀

A relationship is something that requires work and effort from both people. The idea of love being guided by fate is a romantic idea that has little to do with reality.

Nah, jika suatu saat penyebab itu hilang, bisa jadi rasa cinta itu juga hilang. Karena itu orang yang saling mencintai membuat komitmen untuk terus bersama dalam pernikahan. Ketika berkomitmen inilah proses dari penentuan nasib. Kita menentukan nasib tentang pasangan hidup kita. Kita bisa memilih untuk tetap berkomitmen bahkan ketika penyebab rasa cinta itu sudah memudar atau kita memilih untuk berkomitmen selama pasangan kita tetap memiliki penyebab-penyebab kita mencintai dirinya. 

Dalam budaya barat, saya temukan bahwa pernikahan adalah sebuah pilihan. Banyak sekali teman-teman saya dari negara barat memilih untuk tidak menikah. They believe that marriage is a choice, it’s a free will not a fate.

Love is sacrifice, but real love will never ask you to sacrifice the love you have for yourself. ~ Tony Gaskins

Pemikiran bahwa pernikahan adalah takdir bisa membawa masalah tersendiri. Contohnya seorang suami berselingkuh atau melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada sang istri, lalu sang istri diam menerima begitu saja karena dia berpikir bahwa pernikahannya dengan sang suami adalah takdir. Sesuatu yang mutlak harus diterima bagaimanapun kondisinya. Namun sebenarnya hal itu bisa dia rubah.

Bagaimana menurut pendapat kamu, apakah menikah itu takdir? Atau menikah itu nasib? Share opini kamu di kolom komentar ya 🙂

error: The content is protected !!