10 Cara Menghadapi Ketakutan Selama Pandemi

Apr 8, 2020 | Covid-19 | 3 comments

Benarkah banyak orang yang ketakutan hingga depresi saat menghadapi pandemi sekarang ini?

Setiap hari statistik menunjukkan bahwa orang yang terpapar virus kian bertambah, begitu juga dengan orang yang meninggal. Berita-berita di televisi, media cetak maupun online semuanya membahas tentang virus ini.

Ketika Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengumumkan bahwa ini adalah pandemi, beberapa orang mulai panik, menyerbu supermarket untuk menambah stok makanan dan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Kemudian disusul dengan berita meningkatnya harga-harga makanan dan barang-barang lainnya karena stok menipis di pasaran.

Himbauan untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain sangat sulit dilakukan oleh banyak orang. Dengan alasan tidak ada stok makanan di rumah untuk jangka panjang, sedangkan kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir. 

Di tengah-tengah kekhawatiran dengan situasi sekarang, kita juga melihat ada banyak sekali orang-orang yang sedang kesusahan. Ada yang harus tetap bekerja walaupun bisa terpapar virus, tetapi ada juga yang kehilangan pekerjaan sehingga tidak mendapatkan penghasilan.

Hampir semua negara di seluruh dunia sedang menghadapi ganasnya virus ini, membuat situasi menjadi serba tidak pasti. Namun, ada cara-cara yang bisa digunakan supaya kita tidak larut dalam kesedihan dan ketakutan selama pandemi.

Teliti Dalam Memilih Informasi

Walaupun banyak sekali pilihan media cetak maupun online yang bisa kita akses, namun ada baiknya kita hanya mendapatkan informasi dari sumber yang bisa dipercaya. 

Disana kita bisa mempelajari tentang virus itu, misalnya bagaimana asal mula virus itu menyebar, cara penanggulangannya dan apa saja yang perlu dilakukan jika sampai terpapar virus tersebut.

Patuh Pada Peraturan

Jika memang instruksi dari pemerintah setempat adalah berdiam diri di rumah, maka kita harus melaksanakannya. Karena dengan tinggal di rumah saja, kemungkinan kita terpapar oleh virus akan semakin kecil. Dengan begitu, kita juga tidak akan menularkannya pada orang-orang di sekitar kita.

Bersyukur

Di hari-hari biasa, kita punya banyak sekali keinginan. Ingin baju baru, sepatu baru atau hape baru. Namun disaat kondisi krisis seperti sekarang ini, hal yang paling utama bagi kita adalah memiliki tempat tinggal, makanan dan kesehatan. Jika kita memiliki ketiganya, kita harus bersyukur. 

Berempati

Ini adalah saat yang tepat untuk membantu orang lain meringankan bebannya. Jika kita punya kelebihan, kita bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan bantuan. Dengan menolong orang lain, akan membuat hidup kita menjadi berarti daripada hanya mengkhawatirkan apa yang sedang terjadi.

Menjaga Pikiran

Kita bisa menjaga pikiran kita dengan membatasi berita yang kita baca setiap hari dan mengisinya dengan hal-hal lain yang bermanfaat. Batasilah dalam mengakses terlalu banyak informasi di media online maupun media sosial yang bisa mengakibatkan pikiran negatif muncul.

Menjaga Kesehatan

Selain menjaga pikiran agar selalu positif, kita juga perlu menjaga kesehatan tubuh. Jika memungkinkan, kita bisa berolahraga ringan seperti jalan kaki atau jogging di sekitar rumah. Selain berolahraga, kita juga harus menjaga makanan kita dengan memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan.

Lakukan Hobi

Punya hobi yang seringkali tertunda untuk dilakukan karena kesibukan setiap hari? Saat ini adalah saat yang paling tepat untuk melakukannya. Asalkan hobi tersebut bisa dilakukan di rumah.

Belajar Online

Banyak sekali tersedia kursus online yang gratis maupun berbayar. Disana kita bisa belajar hal-hal baru atau menambah keahlian yang bisa digunakan nantinya setelah pandemi ini selesai.

Membaca Buku

Membaca buku-buku motivasi, buku panduan atau buku yang menginspirasi sangat bagus untuk dijadikan kegiatan sehari-hari. Jika tidak ada buku yang bisa dibaca di rumah, kita bisa membelinya di toko buku online atau dengan membaca ebook yang tersedia di perpustakaan digital dan di Google Play Book.

Semua Ini Pasti Berlalu

Di dalam kehidupan ini ada siang dan ada malam. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini selalu datang silih berganti. Di dalam kehidupan ini tidak ada yang abadi. Segalanya bisa berubah. Dengan kesabaran dan sikap yang tepat, kita bisa melewati pandemi ini bersama-sama.

Kita tidak bisa mengendalikan apa saja yang terjadi di kehidupan ini, tetapi kita bisa mengendalikan pikiran dan sikap kita dalam menghadapinya dengan menjaga pikiran kita agar selalu positif, menjaga kesehatan, dan harapan.

3 Comments

  1. Hastira

    kadang sering parno ya, aku sih menyeleksi apa yang aku baca dan lihat

    Reply
  2. barrabaa.com

    Semoga bisa segera berlalu secepatnya ya pandemi ini…aamiin…sekarang mau ngapa-ngapain juga terbatas…di rumah udah 3 minggu wfh bosan jugaa…

    -Traveler Paruh Waktu

    Reply
  3. Sintia Astarina

    Setuju. Lebih baik mengalihkan pikiran ke hal-hal yang baik dan produktif aja ( seperti lakukan hobi, nulis, baca buku, dll), dibanding pusing mikirin pandemi yang entah kapan usainya. Setidaknya, kita bisa menjaga agar tubuh dan mental kita tetap sehat, meskipun rasa paranoid kerap melanda.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ABOUT ME

Hai, Namaku Esther. Selamat datang di blogku. Selain menulis seputar pendidikan dan pengembangan diri, aku juga berbagi cerita tentang serba-serbi kehidupan di Finlandia. Baca lebih lanjut tentang profilku di sini.

CONNECT

Related posts

No Results Found

The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This