Cara Mengenali Diri Sendiri

May 31, 2020 | Pengembangan Diri | 0 comments

Apakah kamu bisa menjawab sebuah pertanyaan “Siapakah aku?” atau “Who am I?”

Tentu saja jawabannya bukan hanya nama kamu, pekerjaan atau ciri-ciri fisik. Karena semua itu hanya menjawab sebagian kecil dari pertanyaan “Siapakah aku?”

Ada dampak buruk jika kamu belum mengenali diri sendiri dan itu bisa sangat merugikan. Tanpa mengenali diri sendiri bisa membuat kamu kesulitan dalam memilih pekerjaan yang tepat, memilih pasangan hidup, pergaulan, buku bacaan, dan hampir semua hal di dalam kehidupan kamu bisa-bisa salah pilih. 

Ada banyak faktor yang mempengaruhi keputusan-keputusan yang kamu buat setiap hari. Nampaknya, tidak semuanya murni karena pemikiran kamu sendiri, melainkan mengikuti apa yang lumrah terjadi di sekitar kamu.

Untuk itulah gunanya mengenali diri sendiri, supaya dalam setiap pengambilan keputusan itu murni karena keinginan kamu sendiri dan sesuai dengan diri sendiri. 

Melakukan hal-hal yang bertentangan dengan diri sendiri membuat perasaan menjadi tidak nyaman dan tidak bahagia. Begitu juga sebaliknya, ketika menjalani sesuatu hal yang sesuai dengan diri kamu bisa memberikan kepuasan tersendiri dan kebahagiaan.

Untuk membantu kamu mengenali diri sendiri, kamu bisa menggunakan cara-cara berikut ini.

Tes Kepribadian 

Ada beberapa website yang menyediakan tes kepribadian, seperti 16 Personalities yang menggunakan metode Myers & Briggs. Dari tes tersebut akan muncul empat huruf yang melambangkan karakter dirimu, pekerjaan yang sesuai, dan pasangan hidup yang sesuai. Situs lain yang bisa kamu gunakan adalah kepribadianku.id dan tonyrobbins.com

Walaupun tes kepribadian ini masih menuai kontroversi keakuratannya, setidaknya bisa menjadi panduan untuk mengenali diri sendiri.

Menulis Jurnal 

Mencatat tentang apa saja yang kamu pelajari setiap hari di dalam sebuah jurnal dapat memberikan insight tentang diri kamu. Hal-hal yang bisa kamu catat adalah informasi penting yang kamu dapatkan dari sebuah buku yang kamu baca atau dari pendapat orang lain. Kamu juga bisa menuliskan sesuatu hal yang kamu sukai dan yang tidak kamu sukai.

Ketika kamu membaca ulang catatan harian kamu setelah satu tahun lamanya atau lebih, kamu bisa melihat satu pola tentang pemikiran dan tindakan kamu.

Introspeksi Diri 

Melakukan refleksi diri tentang kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Apa saja yang kamu sukai pada dirimu dan apa saja yang tidak kamu sukai pada dirimu. Mengetahui kelebihan kamu bisa menambah percaya diri, sedangkan dengan mengetahui kekurangan kamu bisa kamu gunakan sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan diri kamu sendiri.

Nilai-nilai Pribadi 

Setiap tindakan yang kamu lakukan berdasarkan pada nilai-nilai pribadi yang kamu miliki. Nilai-nilai ini terbentuk dari pengalaman hidupmu sendiri, dari apa yang diajarkan orang tua, dan dari apa yang kamu pelajari selama di sekolah. Nilai-nilai pribadi yang kamu anggap penting menjadi sebuah kompas, memandu kamu, bagaimana kamu menjalani hidupmu dan bagaimana kamu memandang kehidupan ini. 

Kepercayaan 

Terbentuknya kepercayaan itu dari kecil, dari apa yang pernah kamu alami dan dari apa yang kamu dengar dari orang-orang di sekitar kamu. Umumnya, orang tua adalah orang terdekat anak-anak. Dari situlah terbentuk kepercayaan-kepercayaan yang memandu pengambilan keputusan dan tindakan. 

Kepercayaan setiap orang bisa negatif maupun positif, tergantung dari apa yang pernah dialami dan nasehat apa saja yang pernah didengar. 

Dengan mengetahui kepercayaan apa saja yang tertanam di pikiranmu bisa menjadi panduan untuk mengenali dirimu.

Membaca Buku 

Mengenali diri sendiri bisa dengan membaca buku-buku panduan tentang pengenalan diri sendiri, buku kepribadian atau buku yang meceritakan pengalaman orang lain dalam mengenali dirinya sendiri. Sebagai referensi, kamu bisa membaca buku Gifts Differing atau Personality Plus.

Konseling 

Seorang konselor bisa membantumu untuk mengenali diri sendiri. Kamu bisa mencari konselor yang sudah memiliki lisensi untuk menjadi konselor dan memberikan konseling, terutama untuk mengenali diri sendiri. Saat ini tersedia banyak sekali tersedia konseling online, bahkan bisa juga diakses melalui aplikasi.

Menulis Goal 

Hal termudah untuk mengenali diri sendiri adalah menuliskan goal jangka pendek dan jangka panjang. Kamu bisa menuliskan goal, apa saja yang ingin kamu capai dalam waktu satu tahun atau dua tahun ke depan dalam hal karir. Misalnya, kamu ingin mulai berbisnis sendiri. 

Kamu bisa menuliskan deadline kapan hal itu ingin kamu lakukan dan apa saja yang harus kamu lakukan untuk bisa merealisasikannya. Dalam perjalanan mewujudkannya kamu bisa mengevaluasi, apakah berbisnis itu cocok dengan diri kamu atau tidak. Jika cocok, lanjutkan, jika tidak, kamu bisa mencoba hal yang lain.

Apakah kamu bisa menjawab sebuah pertanyaan “Siapakah aku?”

Mengenali diri sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang. Diperlukan refleksi, mempelajari pengalaman hidup diri sendiri, konsultasi dengan konselor, serta memutuskan untuk mencoba hal-hal baru. 

Untuk mengenali diri sendiri tidak cukup hanya dengan menuliskan di kertas tentang kelebihan dan kekurangan diri sendiri kemudian dilupakan begitu saja. Namun, kamu harus terus-menerus mengevaluasinya dan mencoba berbagai cara agar bisa mengenali diri sendiri dengan baik. 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ABOUT ME

Hai Sister, selamat datang di blog saya!
Blog ini saya tujukan untuk perempuan kuat seperti kamu yang ingin selalu belajar, bertumbuh, dan ingin menjadi versi terbaik dirimu. Baca lebih lanjut tentang saya di sini. Selamat membaca!

CONNECT

Pin It on Pinterest

Share This