“In the journey of finding love I focus on loving myself first.”

– Angel Moreira

Sewaktu aku masih muda, aku berpikir bahwa aku akan bahagia jika aku bersama dengan seorang pria yang sangat mencintaiku. Aku belum tau apa artinya mencintai diriku sendiri.

Beberapa kali aku menjalin cinta, tapi kisah cintaku lebih sering kandas. Kenyataan itu membuat aku berpikir, benarkah kebahagiaan hanya bisa aku peroleh dengan mencintai dan dicintai oleh seorang pria?

Pada kenyataannya justru prahara cinta membuat mentalku menjadi semakin down saja.

Apa yang bisa aku perbuat untuk memperbaiki semua ini?

Aku pergi ke toko buku, datang ke seminar, dan berdiskusi dengan  teman yang mumpuni di bidang romansa.

Ketika aku bertumbuh, memiliki banyak pengetahuan tentang cinta, dan terlebih lagi aku menjadi semakin mengenali diriku sendiri, pada akhirnya aku menemukan pasangan yang tepat buatku. Pertemuan dan perjalanan cintaku kali ini sangat mudah. 

Itu karena aku sudah bahagia dengan diriku sendiri.

Dengan berkomitmen dengan seorang pria yang aku cintai, aku bisa memberikan sesuatu untuk dirinya. Aku tidak datang kepada pria itu untuk meminta, melainkan memberi. Dengan ketulusan untuk memberi, otomatis aku juga menerima cinta dengan tulus. Ini adalah ciri hubungan yang sehat.

Kali ini, aku mau berbagi beberapa hal dari pengalamanku dalam masa pencarian dan penantian Mr. Right, bagaimana cara mendapatkan pasangan yang tepat dan sudah terbukti berhasil.

Introspeksi diri

Daripada sibuk menyalahkan mantan atau orang lain, lebih baik melihat pada diri sendiri apa yang perlu diubah, baik itu kekurangan atau kebiasaan-kebiasaan buruk. Masa single adalah waktu yang tepat untuk bisa melakukannya. 

Bukan hanya hal yang negatif, aku juga mengevaluasi apa kelebihanku, mengasahnya menjadi lebih baik lagi, sehingga itu bisa menambah rasa percaya diri.

Pelajari tentang diri sendiri

Mengenali diri sendiri adalah kunci untuk mendapatkan pasangan yang tepat. Aku jadi tau, apa yang aku suka dan enggak suka. Apa yang bisa aku terima dan apa yang tidak bisa aku terima. 

Aku belajar tentang kepribadian dan karakterku. Menentukan tujuan hidup, nilai-nilai hidup dan mimpi-mimpiku sendiri. Aku fokus menjadikan diriku menjadi versi diriku yang terbaik. 

Belajar

Membaca buku-buku pengembangan diri,  dating dan romansa juga sangat membantu untuk menambah wawasan. 

Dua dating coach yang aku ikuti dan aku baca bukunya adalah Evan Marc Katz dan Matthew Hussey. Selain itu, aku juga pernah membaca bukunya Are You the One For Me yang ditulis oleh Barbara de Angelis. Dari buku Barbara ini aku belajar kalau hubungan asmara seseorang ketika dewasa itu ada kaitannya dengan masa kecil. 

Tentukan kriteria Mr. Right

Dengan mengenali diri sendiri akan mempermudah untuk menentukan kriteria pasangan yang tepat. Misalnya nih, aku enggak suka bau rokok, maka pria perokok bukan pria yang tepat buat aku.

Aku sering mengatakan kriteria Mr. Right ku ke teman-temanku. Daftarku sangat simpel. Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi ada satu orang yang sempurna untuk kita.

Aku juga tidak fokus mencari pacar atau suami, tetapi fokus mencari pria yang tepat untuk diriku.

Cari pria yang tepat di tempat yang tepat

Masuk akal kan? 

Misalnya nih aku suka pria yang bisa public speaking, maka aku bisa bergabung di klub public speaking. Kalau kamu suka pria yang berbadan kekar, ya rajin-rajin aja olahraga di pusat kebugaran.

Dengan mencari Mr. Right di tempat yang tepat, akan membuat pencarian Mr. Right menjadi sangat efektif, sekaligus melakukan hal yang bermanfaat bagi diri sendiri.

Bergaul dengan lebih banyak teman baru dan perbanyak berbuat baik

Aku pernah dikasih tau kalau jodoh ada disekitar kita. Karena itu, wajib hukumnya untuk menebarkan kebaikan di sekitar kita. Orang-orang di sekitar kita bisa menjadi jalan untuk mempertemukan kita dengan pria yang tepat.

Jangan pernah sekalipun berhenti berusaha

Entah berapa kali aku telah patah hati, tapi aku tidak mau berputus asa. Aku berusaha untuk mempertahankan pikiran positif dan selalu berusaha untuk menemukan Mr. Right-ku.

Baca juga : Cara Menghilangkan Patah Hati

Iman

Ini tidak ada kaitannya dengan agama apapun, tapi memang sangat penting untuk menanamkan iman dalam hati dan pikiran bahwa one day I will get there. Suatu hari nanti aku pasti bisa bertemu dengan pasangan yang tepat.

Nah, itu adalah cara untuk mendapatkan pasangan yang tepat dan sudah terbukti berhasil. These tips work for me. Try it, it might work for you too.

Apakah kamu sedang berusaha untuk mendapatkan pasangan yang tepat? Cara apa saja yang sudah kamu lakukan? Bagikan di kolom komentar ya?

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This