Apakah Kamu Menggunakan Media Sosial dengan Bijak?

Apr 4, 2017 | Pengembangan Diri | 9 comments

Siapa sih yang tidak menggunakan media sosial? So pasti kebanyakan orang menggunakan paling tidak satu media sosial misalnya Facebook atau Instagram. Nah, apa sih yang biasanya kamu posting? Kadang foto, kata-kata atau video. Setiap orang memposting hal yang berbeda-beda. Namun ada baiknya kamu bijak dalam menggunakan media sosial.

Saya adalah online entrepreneur dan blogger. Saya menggunakan media sosial untuk bisnis online saya yaitu dengan menjual produk dan untuk keperluan blogging dengan membagikan artikel dari blog. Saya tidak terlalu sering menggunakan media sosial untuk hal-hal pribadi.

Media sosial bisa memberikan manfaat namun juga bisa merugikan dirimu. Hal itu tergantung dari bagaimana kamu menggunakannya dan tahu alasan mengapa kamu menggunakannya.

Bijak dalam menggunakan media sosial

Bagaimana menjadi bijak dalam menggunakan media sosial

Otak kita menerima informasi dari panca indera. Ketika kita melihat gambar, kata-kata, video atau konten yang lain, maka kita membombardir otak dengan bermacam-macam informasi. Banyak orang tidak menyadari efek negatif dari media sosial. Karena itu saya akan membagikan 3 poin penting dampak negatif dari media sosial.

1. Membandingkan hidup kita dengan orang lain.

Kita tidak bisa mengingkari bahwa otak kita sering membandingkan diri kita dengan orang lain. Sebelum adanya media sosial, kita hanya bisa membandingkan kehidupan kita dengan tetangga sebelah. Dengan adanya media sosial, kita bisa membandingkan kehidupan kita dengan orang di negara lain.

Misalnya, kamu melihat foto perempuan dengan bodi gitar sedangkan kamu tidak memiliki bodi seperti itu. Otak kamu akan otomatis membandingkan. Contoh lain misalnya kamu sedang single tetapi kamu sering melihat foto orang lain yang sedang bermesraan dengan pasangannya, maka otak kamu akan otomatis membandingkan.

Namun, yang perlu kamu mengerti adalah kehidupan di media sosial bukanlah kehidupan nyata. Apa yang diposting orang di media sosial hanyalah moment sementara, ibaratnya seperti film. Dalam kehidupan nyata, pastinya sama saja, setiap orang memiliki masa-masa bahagia dan semua orang menghadapi tantangan-tantangan di hidupnya.

2. Kecanduan media sosial. 

Sama halnya dengan kecanduan obat-obatan terlarang, media sosial juga bisa mengakibatkan kecanduan jika kamu terlalu banyak menggunakannya. Untuk mengetahui apakah kamu kecanduan media sosial atau tidak, kamu bisa menjawab pertanyaan ini? Berapa kali sehari kamu cek notifikasi media sosial kamu?

3. Apa alasan kamu menggunakan media sosial?

Sangat penting mengetahui kenapa kamu menggunakan media sosial. Apakah untuk bisnis? Mencari teman-teman baru? Pamer? Mencari perhatian? Atau sebagai media untuk berbagi hal-hal yang bermanfaat?

Bisa saja alasan kamu menggunakan media sosial karena kamu ingin lari dari masalah kamu yang sebenarnya dan  mencari perhatian karena kurang perhatian dari orang-orang disekitar kamu yang seharusnya memberikan perhatian ke kamu. Misalnya orang tua, suami atau istri dan anak.

Media sosial sudah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari, namun kamu juga harus mengetahui dampak negatif dari media sosial sehingga kamu bisa mengontrol aktifitas media sosial kamu.

Jika kamu menggunakan media sosial untuk lari dari masalah kamu yang sebenarnya, sebaiknya berhenti menggunakan media sosial untuk sementara waktu. Hadapi dan selesaikan dulu masalah kamu.

Yuk bijak dalam menggunakan media soial! Daripada menggunakan media sosial untuk ajang pamer supaya kamu terlihat memiliki kehidupan yang luar biasa, lebih baik menggunakan media sosial sebagai media untuk membantu, menginspirasi dan memberikan nilai tambah/value bagi orang lain.

9 Comments

  1. Lucky Caesar Direstiyani

    Thank you for sharing mbaak. medsos emang candu banget jadi harus bijaksana dalam menggunakannya. 😀 Salam kenal mbak yaaa 🙂

    Reply
    • Esther

      Sama-sama Lucky. Salam kenal juga ya 🙂

      Reply
  2. Sandra Nova

    Jangan pernah menganggap sosmed itu spt kenyataan hihihihi… jadi aku selalu santai menyikapi sosmed dan biar ngga ikut2an follow seleb seperlunya, jangan selalu liat keatas, tapi harus lihat kebawah juga 😀

    Reply
    • Esther

      Bijak sekali mbak Sandra 🙂

      Reply
  3. Fiberti CH

    penggunaan sosmed sementara ini lebih untuk ke promosi sih…nggak ngikutin banget banget yang lain…betul memang harus dibatasi

    Reply
    • Esther Ariesta

      Media sosial memang sangat bermanfaat sebagai alat untuk promosi ya mbak.

      Reply
      • Ria Tumimomor

        Iya, mau diberhentikan tp butuh buat promosi link blog 🙁 Memang mesti agak2 nge-rem sih. Kecuali mental baja kyk Sahrini ya :))) dan memang itu kan jd ajang promosi buat dia… She embrace lovers and haters ^_^

        Reply
        • Esther Ariesta

          Sosial media digunakan untuk hal yang bermanfaat saja ya 🙂

          Reply
  4. Bang Doel

    Kalau sudah kecanduan, jalan satu-satunya perlu puasa dari medsos. Tapi jarang yang sadar kalo dirinya udah kecanduan di medsos. Thanks for sharing.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ABOUT ME

Hai Sister, selamat datang di blog saya!
Blog ini saya tujukan untuk perempuan kuat seperti kamu yang ingin selalu belajar, bertumbuh, dan ingin menjadi versi terbaik dirimu. Baca lebih lanjut tentang saya di sini. Selamat membaca!

CONNECT

Pin It on Pinterest

Share This