5 Bahasa Cinta untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Jul 26, 2017 | Relationship | 8 comments

Saat saya masih single, saya sering mendengar celoteh orang-orang yang sudah menikah. Katanya, “Lama-lama cinta akan hilang, apalagi kalau sudah ada anak”. Saya beruntung menemukan buku Lima Bahasa Cinta yang ditulis oleh seorang konselor pernikahan, Dr. Gary Chapman.

Menurut Dr. Chapman, ada perbedaan antara jatuh cinta dan mencintai. Jatuh cinta itu terjadi karena insting. Kamu tidak bisa merencanakan akan jatuh cinta kepada siapa dan kapan waktunya. Kamu bisa jatuh cinta saat kamu bertemu dengan seorang pria yang memenuhi kriteria. Apalagi jika gayung bersambut, proses jatuh cinta menjadi komplit. Rasanya ingin selalu bertemu dan menghabiskan waktu bersama.

Proses jatuh cinta ini ada yang bertahan beberapa hari, beberapa bulan, dan beberapa tahun. Pada umumnya proses jatuh cinta hanya bertahan paling lama dua tahun.

Selama kamu berada dalam proses jatuh cinta, kamu sulit mengenali kekurangan si dia. Dia terlihat begitu sempurna.

Begitu juga sebaliknya, si dia juga menganggap kamu begitu sempurna. Sehingga kalian berdua jadi tidak sabar untuk segera saja menikah.

Baca juga: Menikah itu Nasib atau Takdir?

Kamu berpikir bahwa setelah menikah, kamu akan bahagia selamanya, happily ever after karena selalu dibanjiri hormon jatuh cinta. Namun, proses jatuh cinta ini bisa memudar dan hilang.

Setelah proses jatuh cinta ini hilang, kamu mulai obyektif, begitu juga dengan pasangan kamu. Kalian berdua jadi bisa sama-sama melihat kekurangan masing-masing.

Pada fase inilah kamu harus sadar bahwa salah satu kebutuhan manusia adalah butuh untuk merasa dicintai dengan tulus. Walaupun tanpa hormon jatuh cinta, ditambah lagi sudah mengetahui kekurangan pasangan.

Proses jatuh cinta itu memang tidak bisa dikontrol, tetapi cara untuk mencintai seseorang bisa dilatih dan dipelajari.

Proses jatuh cinta itu memang tidak bisa dikontrol, tetapi cara untuk mencintai seseorang bisa dilatih dan dipelajari. Click To Tweet

Lima Bahasa Cinta

Dr. Chapman mengungkapkan adanya perbedaan pada masing-masing orang dalam mencintai pasangannya dan bagaimana orang tersebut bisa merasa dicintai. Disinilah sering terjadi kesalahpahaman.

Sang suami sudah merasa menunjukkan rasa cintanya pada istri, tetapi sang istri tidak merasa dicintai oleh suaminya.

Sebagai contoh, ada sepasang suami istri, sebut saja Toni dan Elisabeth. Toni selalu sibuk bekerja sehingga jarang punya waktu untuk Elisabeth. Walaupun Toni bisa membiayai semua pengeluaran rumah tangga, Elisabeth merasa bahwa Toni tidak mencintainya lagi karena Toni lebih mementingkan urusan karirnya daripada dirinya.

Di sisi lain, Toni merasa sudah menjadi suami yang baik dengan bekerja sampai larut malam agar bisa membiayai pengeluaran rumah tangga.

Untuk mengatasi kesalahpahaman ini, kamu harus mencintai pasangan kamu sesuai dengan bahasa cintanya.

Begitu juga dengan pasangan kamu, dia harus mencintai kamu sesuai dengan bahasa cinta kamu. Hal ini akan membuat kalian berdua sama-sama merasa saling dicintai.

Dr. Chapman mendefinisikan adanya Lima Bahasa Cinta sebagai berikut:

Kata-kata Afirmasi (Words of Affirmation)

Untuk mencintai pasangan dengan bahasa cinta ini, kamu harus sering menggunakan kata-kata yang baik, kata-kata yang membangun dan memotivasi. Pasangan kamu akan mudah sakit hati jika kamu kerap menggunakan kata-kata yang kasar.

Waktu (Quality Time)

Memberikan waktu yang berkualitas adalah cara mencintai pasangan dengan bahasa cinta ini. Dia akan merasa dicintai jika kamu meluangkan waktu khusus untuknya dan memberikan dia perhatian.

Sentuhan (Physical Touch)

Sentuhan fisik menjadi hal utama pasangan dengan bahasa cinta ini. Pada umumnya laki-laki mengira sentuhan fisik adalah hubungan seks. Tetapi sentuhan fisik ini justru bukan tentang hubungan seks.

Pasangan dengan bahasa cinta ini merasa dicintai jika kamu sering memberikan sentuhan di tubuhnya, bergandengan tangan, berpelukan dan ciuman.

Hadiah (Receiving Gifts)

Pasangan dengan bahasa cinta ini merasa dicintai dengan menerima hadiah atau pemberian dari kamu. Hadiah yang dia terima tidak harus mahal, dia akan sangat menghargai hal-hal kecil yang kamu berikan untuknya. Terutama di hari-hari yang spesial.

Pelayanan (Acts of Service)

Dengan membantu atau melayani pasangan dengan bahasa cinta ini akan membuatnya merasa dicintai. Terutama jika dia sedang sibuk atau capek setelah mengerjakan pekerjaannya.

Menentukan Lima Bahasa Cinta

Mengetahui bahasa cinta pasangan sama pentingnya dengan mengetahui bahasa cinta kamu sendiri. Sehingga kamu bisa memberi tahu pasangan bagaimana agar kamu bisa merasa dicintai olehnya dan membuat pasangan kamu merasa dicintai.

Tanyakan hal ini kepada pasangan kamu,”Apa yang harus aku lakukan supaya kamu merasa dicintai?”

Kamu bisa melakukan tes yang diberikan secara gratis untuk mengetahui bahasa cinta kamu dan pasangan di website resmi 5 Love Languages.

Bagikan di kolom komentar ya jika kamu sudah mengetahui apa saja bahasa cinta kamu dan pasangan. Selain itu, kamu bisa bagikan artikel ini ke sister-sister kamu yang lain because sharing is caring.

8 Comments

  1. kendy komi

    Suka baca tulisannya mbak Esther…salam kenal, saya Komi Kendy, newbie blogger dari Bengkulu. 🙂

    Reply
    • Esther Ariesta

      Salam kenal kembali Kendy. Senang bisa kenal dengan blogger di Bengkulu. 🙂

      Reply
  2. Sylvia Nicodemus

    Wah, 5 Bahasa Cinta ini juga digunakan saat seminar pasutri di gereja. Sayangnya waktu itu saya berhalangan hadir karena suami sakit. Sekarang jadi tahu deh setelah baca ini.
    Salam kenal, mbak.

    Reply
    • Esther Ariesta

      Salam kenal mbak Sylvia, selamat mempraktekkan 5 Bahasa Cinta ya. 🙂

      Reply
  3. linda

    Ijin share ya dek…luar biasa terima kasih.

    Reply
  4. Ade Lisna

    Mbak, suka banget sama tulisannya jadi nagih terus buat baca yang lainnya.

    Reply
  5. Hastira

    Makasih sharingnya. Bahasa cinta kadang nggak dimengerti bila pasangannya nggak peka, bahasa cinta harus nyata.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ABOUT ME

Hai, Namaku Esther. Selamat datang di blogku. Selain menulis seputar pendidikan dan pengembangan diri, aku juga berbagi cerita tentang serba-serbi kehidupan di Finlandia. Baca lebih lanjut tentang profilku di sini.

CONNECT

Related posts

error: The content is protected !!

Pin It on Pinterest

Share This