Menjadi vegetarian

Terpanggil menjadi vegetarian setelah melihat kambing menangis

menjadi vegetarian

Ketika saya masih kecil, saya melihat kambing yang akan disembelih untuk hari raya kurban. Dari beberapa kambing, ada satu kambing yang saya perhatikan. Saat itu mata kami saling bertatapan dan kambing itu mengeluarkan air mata.  Sejak moment itulah hati saya selalu gelisah ketika saya makan daging binatang. Tetapi tidak serta merta saya berubah menjadi vegetarian karena tidak ada satupun keluarga ataupun teman yang menjadi vegetarian kala itu.

Semua orang disekeliling saya makan daging binatang, jadi saya merasa sayalah yang aneh kalau saya tidak ikut makan daging binatang. Namun rasa gelisah ketika makan daging binatang yang selalu ada membuat saya sewaktu SMA mencoba untuk tidak makan daging binatang tetapi tidak bertahan lama.

Dukungan teman-teman vegetarian di Bali

Esther Ariesta_Vegetarian

Keinginan untuk tidak makan daging binatang muncul lagi ketika saya pindah ke Bali. Tidak berjalan mulus karena saat itu saya sedang dalam program menaikkan berat badan, ada kekhawatiran saya menjadi lebih kurus.  Selain itu saya juga sering ditertawakan teman-teman saya dengan pemikiran saya untuk menjadi vegetarian. Sebagai orang Indonesia, memang jarang ada orang yang memutuskan untuk berpola makan vegetarian.

Walaupun begitu kegelisahan saya setiap kali makan daging binatang terasa semakin memuncak. Setiap kali saya makan di restoran, saya selalu meminta kepada waitress agar kepala ayam atau ikan untuk dipotong sebelum dihidangkan ke meja saya. Saya tidak  mau melihat kepala binatang diatas piring, karena hal itu membuat saya tidak tega untuk memakannya.

Hingga akhirnya saya bertemu dengan teman-teman yang sudah menjadi vegetarian dari generasi kakek nenek nya. Mereka semua sehat. Salah satu dari mereka juga gemuk. Dari percakapan dengan teman saya tersebut, ada beberapa point-point penting yang masih saya ingat.

Saya : Sudah lama saya ingin menjadi vegetarian, namun masih on-off. Saya masih belum begitu kuat dan ada ketakutan menjadi kurus.
Teman : Tidak apa-apa kurus asal jiwamu bahagia. Setiap orang mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda tetapi saya percaya bahwa hidup ada karma. Dengan menjadi vegetarian jiwa ini terasa ringan tanpa beban.
Saya : Kita hidup dimana mayoritas orang makan daging olahan. Bagaimana kamu bisa tahan dengan bau makanan daging olahan?
Teman : Bau makanan daging olahan tidak pernah membuat saya ingin makan. Karena saya tahu itu adalah binatang mati. Sama halnya makan bangkai.

Selain itu saya juga berdiskusi dengan teman saya yang lain. Saat itu dia mengirimkan video ini dan membuat saya seketika menangis. Inilah saat-saat titik balik saya. Dari percakapan dan diskusi dengan teman-teman saya itulah saya mendapatkan kekuatan untuk menjadi vegetarian 100% tepatnya tanggal 24 Desember 2015. Saya menjadi vegetarian karena mengasihi binatang.

Facebook Comments

Esther

An Indonesian woman who married a Finnish man and lives in Finland. Vegetarian, online entrepreneur and blogger. I have a Bachelor's degree in education and I am a certified trainer. My personal blog aims to inspire, inform and empower you to improve yourself.

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: The content is protected !!